BERITA TERKINIHEADLINE

KKN Tematik UHO Latih Warga Kondoano Olah Limbah Organik Jadi Eco Enzyme

×

KKN Tematik UHO Latih Warga Kondoano Olah Limbah Organik Jadi Eco Enzyme

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) yang mengajak warga Desa Kondoano, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme, produk ramah lingkungan yang memiliki beragam manfaat.

Kegiatan bertajuk Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme tersebut berlangsung 2 Agustus 2026 menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik UHO Tahun 2026. Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas perangkat desa, kader PKK, anggota Dasa Wisma, serta masyarakat Desa Kondoano mengikuti pelatihan ini dengan antusias.

Kepala Desa Kondoano, Putu Sukandi, mengapresiasi inisiatif UHO yang menghadirkan program edukatif sekaligus aplikatif bagi masyarakat. Menurutnya, pelatihan daur ulang sampag tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga tentang pengelolaan limbah organik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Pertamina Trans Kontinental Gaet Komunitas Masyarakat Lindungi Ekosistem Laut di Sulawesi

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN Tematik UHO La Gandri yang mewakili Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik UHO, menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi sederhana yang mudah diterapkan di tingkat rumah tangga.

“Eco enzyme dapat menjadi solusi praktis dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor pertanian. Selain itu, praktik ini juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Materi pelatihan disampaikan dosen Jurusan Ilmu Lingkungan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO, Junartin Teke, S.Si., M.Eng., Ia menjelaskan eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki banyak kegunaan, mulai dari pembersih alami, pupuk organik cair, aktivator kompos, pengendali bau, hingga pendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga :  Angkatan Pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kendari Tampung 339 Siswa

Menurutnya, pemanfaatan eco enzyme juga menjadi salah satu bentuk nyata penerapan prinsip konservasi lingkungan. Dengan mengolah sisa-sisa organik menjadi produk bernilai guna, jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat dikurangi, sekaligus mendorong pemanfaatan kembali sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi dan ekologis.

Tidak hanya menerima materi, peserta mengikuti sesi praktik pembuatan eco enzyme. Limbah organik berupa kulit buah naga, kulit alpukat, dan kulit nanas difermentasi menggunakan gula merah dan air sesuai komposisi yang telah dijelaskan oleh narasumber. Selama praktik berlangsung, peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pembuatan maupun pemanfaatan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  PT Vale Perkuat Hilirisasi Nikel dan Keberlanjutan Lewat IGP Morowali

Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan jika pengelolaan limbah organik dengan metode sederhana ini dinilai mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, eco enzyme berpotensi memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatannya di sektor pertanian dan kebutuhan domestik.

Melalui program edukatif tersebut, UHO berharap masyarakat Desa Kondoano semakin terbiasa mengelola limbah organik secara mandiri, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta memperkuat budaya konservasi sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan. Rls

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x