BERITA TERKINIDAERAHHEADLINE

Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla: Koltim Liburkan Sekolah, Terapkan Belajar Daring

×

Kualitas Udara Memburuk Akibat Karhutla: Koltim Liburkan Sekolah, Terapkan Belajar Daring

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Kualitas udara yang kian memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bikin aktivitas sekolah di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) terganggu. Terbaru, Pemerintah Kabupaten Koltim, Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring.

Kebijakan sekolah daring diambil demi melindungi kesehatan siswa di tengah ancaman kabut asap yang masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), siswa jenjang TK/PAUD, sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) mulai 14 hingga 20 Oktober 2026.

Data diterima Lajur.co, Bupati Koltim, Yosep Sahaka, menetapkan kebijakan tersebut melalui Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/2801 Tahun 2026. Maklumat diteken Yosep Sahaka berisi ketentuan sekolah daring akibat karhutla.

Bupati menyebut, paparan asap karhutla dinilai berisiko terhadap kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan apabila aktivitas belajar tatap muka tetap berlangsung. Keputusan mengalihkan pembelajaran didasarkan pada hasil pemantauan kualitas udara menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Baca Juga :  Unlock Hidden Jackpots Via Casinoly App

“Berdasarkan hasil evaluasi pemantauan kualitas udara terkini berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Kabupaten Kolaka Timur yang berada pada kategori Sangat Tidak Sehat/Berbahaya akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta demi memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan, dengan ini disampaikan ketentuan sebagai berikut,” demikian bunyi surat edaran Bupati Koltim.

Selama masa penerapan PJJ, sekolah dan guru diperbolehkan menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa. Kegiatan belajar dapat memanfaatkan WhatsApp Group, Google Classroom, Learning Management System (LMS), maupun media interaktif lain yang bisa diakses dari rumah.

Baca Juga :  Różnorodne nagrody w promocjach Mostbet zwiększają emocje w grze

Pemkab Koltim menginstruksikan penyederhanaan beban belajar selama kondisi darurat kabut asap. Materi pelajaran difokuskan pada kompetensi esensial, terutama literasi, numerasi, dan penguatan karakter, tanpa memaksakan pencapaian target kurikulum secara kaku.

Penyesuaian tersebut diharapkan membuat kegiatan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi siswa yang harus membatasi aktivitas di luar ruangan. Dengan begitu, keselamatan peserta didik tetap terjaga selama kualitas udara belum menunjukkan perbaikan.

Kendati siswa belajar dari rumah, guru dan tenaga kependidikan tetap diminta melaksanakan tugas kedinasan di sekolah. Kepala sekolah dapat mengatur jam kerja atau menerapkan sistem piket bergantian dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan lingkungan satuan pendidikan.

Sekolah diminta menyiagakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta memfasilitasi kebutuhan darurat dasar untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Bonificación Extra Giros Locos Casino

Selain itu, Yosep Sahaka mengimbau orang tua dan wali murid meningkatkan pengawasan terhadap anak selama pembelajaran daring berlangsung. Siswa diminta tetap berada di dalam rumah serta menghindari kegiatan luar ruangan yang tidak mendesak.

Apabila terpaksa keluar rumah, anak-anak diwajibkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan, khususnya bagi peserta didik yang rentan terdampak pencemaran udara.

Pemkab Koltim akan mengevaluasi pelaksanaan sekolah daring secara berkala dengan melihat perkembangan kualitas udara dan arahan lanjutan pemerintah daerah.

Kelanjutan kebijakan PJJ akan mempertimbangkan kondisi udara di Koltim. Pemerintah daerah berharap proses pendidikan tetap berlangsung di tengah situasi darurat, sementara kesehatan dan keselamatan siswa, guru, serta tenaga kependidikan tetap menjadi prioritas hingga kondisi membaik. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!