BERITA TERKINIHEADLINE

Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik ADWI 2024, Keindahan Labengki Kini Tercemar Gegara Tumpahan Ore Nikel

×

Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik ADWI 2024, Keindahan Labengki Kini Tercemar Gegara Tumpahan Ore Nikel

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Keindahan dan pesona wisata yang dimiliki Pulau Labengki, sebuah destinasi disebut-sebut miniatur Raja Ampat kini berubah rupa. Kawasan Perairan Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara itu berubah mencari lautan ore nikel.

Pemandangan air laut berwana kemerahan bermula saat sebuah kapal bermuatan Ore Nikel hampir terbalik di Perairan Labengki itu, Senin (10/6/2024). Ore Nikel yang tumpah di laut itu beredar dalam video berdurasi 38 detik.

Warna air laut usai terjadinya peristiwa kapal tongkang tumpah Ore Nikel di Perairan Labengki, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara, Senin (10/6/2024).

Pulau Labengki merupakan satu-satunya daerah wisata di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lolos tahap 50 besar dalam nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024. Pada penyelenggaraan ADWI tahun sebelumnya, Labengki hanya sampai pada tahap 500 besar desa wisata terbaik.

Baca Juga :  Dua Kali Gagal, La Ode Mustari Tak Kapok Kembali Nyalon Wali Kota Baubau

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili mengatakan belum mengetahui persis lokasi jatuhnya ore nikel dimaksud. Sehingga pihaknya masih akan melakukan tinjauan langsung di lapangan guna memastikan kondisi terkini kawasan wisata unggulan itu.

“Tempat jatuhnya belum kami ketahui di daerah mana. Sudah kami atensi. Besok mau ke lapangan bersama Dispar Konut,” kata Beli Harli Tombili, Selasa (11/6/2024).

Baca Juga :  Kasus Penghinaan Suku Muna yang Viral di Tiktok Berakhir Damai di Polda Sultra

Snorkeling dan diving merupakan dua jenis atraksi yang dengan mudah dijumpai ketika berwisata di Labengki ini. Sehingga peristiwa tumpahnya ore nikel tersebut dapat menyebabkan pencemaran air di kawasan ini sangat kaya pesona keindahan itu.

Pulau Labengki juga masuk dalam Kawasan Taman Wisata Alam Laut Teluk Lasolo, Kabupaten Konawe Utara. Warna air laut di Teluk Lasolo saat ini berubah menjadi kemerahan akibat tumpahan nikel sebuah kapal tongkang yang melintas.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah BKSDA Sultra, Prihanto menyebut jika kondisi Teluk Lasolo itu sudah tercemar dengan tumpahan Ore Nikel yang diketahui berbahaya bagi ekosistem di laut.

Baca Juga :  Penjual Sate di Kendari Jadi Korban Aksi Brutal Para Pemuda, Mengamuk Tak Diberi Uang

Untuk itu, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban pihak kapal dan pemilik ore nikel sebelum dilaksanakan proses penyelidikan dari Balai Gakkum.

“Kami akan meminta keterangan dari pihak terkait sebagai bahan tindak lanjut ke Balai Gakkum LHK, karena kewenangan proses penyelidikan dan penyidikan atau proses hukum berada pada Balai Gakkum,” ungkap Prihanto.

Pesona keindahan miniatur Raja Ampat di daerah dengan julukan ‘Lipu Ohoe’ itu kini telah dicemari dengan adanya keberadaan ore nikel tersebut . Red


0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x