BERITA TERKINIDAERAHHEADLINELIFE STYLE

Menelusuri Situs Gua ‘Purbakala’ Liang Kobori Muna, Mai Te Wuna !

×

Menelusuri Situs Gua ‘Purbakala’ Liang Kobori Muna, Mai Te Wuna !

Sebarkan artikel ini
Dinding Gua Liang Kobori dipenuhi lukisan kuno zaman prasejarah.

SULTRABERITA.ID, MUNA – Liang Kobori adalah gua yang banyak menyimpan jejak kehidupan prasejarah masyarakat Muna. Satu dari sekian destinasi unggulan dimiliki Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara yang masih lestari hingga kini.

Kata Liang Kobori berasal dari gabungan dua kata bahasa Muna, Liang yang berarti Gua dan Kobori dari asal kata Kaburi berarti tulisan. Secara harfiah Liang Kobori bermakna ‘gua tulis’.

BACA JUGA :

Baca Juga :  Ini Pesan Sulkarnain Usai Lantik Ridwansyah Taridala Jadi Sekda Kota Kendari

Penamaan ini sangat pas mengingat dinding gua terpapang sederet lukisan otentik zaman purbakala berumur sekitar 4000 tahun silam.

Untuk sampai ke tempat wisata sejarah ini dibutuhkan waktu kurang lebih sejam dari pusat Kota Raha ibu kota Kabupaten Muna.

Letak gua alam ini diapit dua desa di Kecamatan Lohia, yaitu Desa Mabodo dan Masalili.

Dari poros jalan antar dua desa tersebut, terdapat jalan kecil berukuran kurang dari tiga meter. Dari sini jarak situs sejarah bersisa 3 kilometer, pengunjung disuguhi pemandangan gua alam nan eksotis, Liang Kobori.

Ketinggian gua diperkirakan mencapai dua sampai lima meter dengan lebar kurang lebih 30 meter.

Misteri Racikan Cat Purba

Lukisan purba dibuat dari campuran darah hewan, getah pohon dan tanah liat abadi di dinding gua Liang Kobori. Formula cat kuno ini masih menjadi misteri bagi ilmuwan

Keunikan dari gua Liang Kobori, disetiap dinding gua terdapat ornamen lukisan antik yang menggambarkan aktifitas kehidupan masyarakat purba kala itu.

Baca Juga :  Kadin Sultra Bangga, Wakil Sultra Tembus 6 Besar Putri Indonesia di Jakarta

Lukisan tersebut abadi menempel di setiap sisi gua. Jumlahnya sekitar 130 lukisan.

Berbagai sumber menyebutkan jika lukisan berwarna merah itu konon dibuat oleh manusia prasejarah menggunakan darah hewan buruan yang dicampur dengan tanah liat dan getah kayu. Hingga kini formula campuran ‘cat purba’ yang awet ribuan tahun belum diketahui pasti.

Kehidupan Zaman Prasejarah

Ornamen lukisan purba tersebut menggambarkan bagaimana peradaban manusia di zaman prasejarah, cara masyarakat bertahan hidup secara sederhana dengan bercocok tanam, beternak serta keandalan berburu para manusia di masa lampau.

Bagian langit gua juga dapat dijumpai beberapa gambar binatang ternak. Ada pula hewan bertanduk. Beberapa bagian lukisan mendiskrispsikan cara manusia menghadapi musuh.

Jejak Layang Layang Tertua di Dunia

Adanya lukisan layang-layang di langit gua purba itu bahkan membuka tabir jejak sejarah layang-layang yang sempat diklaim berasal dari leluhur masyarakat China kuno.

Baca Juga :  Mengenal Tradisi Modero, Tarian Silaturahmi Etnis Muna yang Nyaris Punah
Pengunjung situs prasejarah Liang Kobori.

Berbagai wisatawan baik dalam maupun mancanegara sudah mengunjungi obyek wisata ini. Bahkan ornamen lukisan menjadi obyek penelitian ilmuwan luar negeri hingga kini.

Beberapa mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia diketahui sudah beberapa kali bertandang di lokasi wisata Liang Kobori.

Sembilan Gua Prasejarah

Sisi lain kawasan wisata prasejarah Liang Kobori.

Selain Gua Liang Kobori, di kompleks situs sejarah Kabupaten Muna itu sendiri terdapat sembilan gua purbakala berlukis lain yang sama menyuguhkan misteri zaman prasejarah.

Diantaranya adalah Gua Metanduno, Gua Damalanga, Gua Lakulumbu, Gua Waenserofa, Gua Wabose, Gua Toko, Gua Lasabo, Gua Sugimpatani, Gua Latanggara

Sobat traveler tertarik mengunjungi Situs Sejarah Liangkobori di Muna? Yuk Mai Te Wuna !

Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x