Meriahkan HUT Sultra, PT Vale Pomalaa Tampilkan Produk Unggulan dan Program Pemberdayaan
LAJUR.CO, KENDARI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin semarak dengan kehadiran berbagai inovasi dan karya lokal. Salah satu yang mencuri perhatian datang dari PT Vale Indonesia yang menghadirkan ragam produk unggulan serta inisiatif pemberdayaan masyarakat.
Ajang Harmoni Sultra 2026 di Kendari, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan tersebut memperlihatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Beragam program ditampilkan, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat hingga dukungan terhadap fasilitas publik.
External Relation PTVI IGP Pomalaa, Muh. Febrianto mengungkapkan kehadiran PT Vale merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Bumi Anoa.
“Dukungan kami cukup banyak untuk Sultra, salah satunya melalui berbagai program pemberdayaan di wilayah Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi. Selain itu, kami juga telah memberikan bantuan seperti ambulans dan perpustakaan keliling,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Partisipasi perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Kolaka dalam momentum HUT Sultra menjadi agenda tahunan sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah.
Dalam pameran tersebut, beragam potensi turut diperkenalkan, mulai dari koleksi batuan geologi hingga hasil olahan pelaku UMKM binaan. Produk yang dipamerkan mencakup minuman herbal, abon tuna, sambal, aneka keripik pisang, hingga Beras Organik Cap Anoa yang telah dikembangkan selama lima tahun terakhir.
“Kami juga membawa produk UMKM binaan serta padi organik yang bersifat sustainable. Awalnya kami menggunakan konsultan, namun saat ini sudah ada pendamping lokal yang menjadi mentor bagi petani,” ungkapnya.
Melalui momentum Harmoni Sultra ke-62, Muh. Febrianto berharap masyarakat semakin mengenal praktik pertambangan berkelanjutan yang diterapkan perusahaan.
“Harapan kami, PT Vale semakin dikenal dengan metode pertambangan yang mengedepankan good mining practice,” tuturnya.
Laporan: Ika Astuti





