BERITA TERKINIDAERAHHEADLINEKESEHATAN

Muna Barat Tolak Uji Swab Padahal Sudah Ada yang Positif Corona

×

Muna Barat Tolak Uji Swab Padahal Sudah Ada yang Positif Corona

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kabupaten Muna Barat menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara yang enggan melakukan uji Swab Tenggorok terhadap sejumlah kontak erat positif Corona.

Padahal, disinyalir banyak warga pemekaran Muna tersebut yang berpotensi positif Covid-19 lantaran telah melakukan interaksi langsung dengan warga Desa Pajala Kecamatan Maginti Mubar terkonfirmasi positif Covid-19.

BACA JUGA :

Juru Bicara gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal tak menampik saat dikonfirmasi mengenai keengganan Tim Gugus Tugas Covid-19 Muna Barat menerapkan prosedur Swab Tenggorok pada kontak erat.

Kata dia, langkah gugus tugas setempat yang mengulur waktu pelaksanaan Swab test membuat pasien positif Corona di Mubar tak kunjung terdeteksi. Sikap ini berpotensi memicu penularan wabah sulit terkendali.

Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pun bisa gagal karena upaya telusur dengan tes diagnostik diabaikan.

“Padahal kita sudah tawarkan agar langsung diswab,” sambungnya.

Baca Juga :  PAUD, TK dan SDIT Ittiba'ul Atsar Buka Pendaftaran Siswa Baru

711 Sampel Dikirim, Minus Mubar

Sejauh ini, sedikitnya 711 sampel dari berbagai kabupaten di Sultra dikirim untuk memastikan kasus konfimasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 167 sampel telah dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Dari sederet kabupaten yang menyetor spesimen lendir untuk tes diagnostik Corona warganya yang terindikasi terjangkit wabah, kata dia, Muna Barat termasuk yang nihil melakukan prosedur RT-PCR atau Swab Tenggorok pada kontak erat positif Covid-19.

Jubir Gugus Tugas Covid-19, dr La Ode Rabiul Awal.

“Padahal kita sudah endorse agar Swab cepat yang kontak erat dengan pasien dari Pajala termasuk yang sudah kontak erat dengan pasien positif di Muna,” ujar Dokter Wayong sapaan akrab.

Ia melanjutkan, Pemkab Mubar semestinya tidak hanya mengandalkan hasil uji cepat rapid test. Ini karena akurasi rapid test yang tergolong sangat rendah mendeteksi pasien Corona. Jauh dengan teknik Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang menjadi gold standar diagnosa virus Corona.

“Sudah ada yang positif kemarin di Pajala satu orang, tapi dia KTP Bombana. Tinggalnya di Mubar. Hanya dirapid saja untuk yang kontak erat. Memang hasilnya non reaktif, tapi rapid ini tidak bisa jamin. Akurasinya sangat rendah. Yang kontak erat dengan positif mestinya langsung diswab tidak lagi dirapid. Karena mereka potensi besar sudah tertular. Apalagi yang serumah,” papar Dokter Wayong panjang lebar.

Baca Juga :  Tambahkan Kayu Manis pada Secangkir Kopi dan Rasakan Manfaat Ini

Dokter Wayong mengatakan tak mengetahui pasti alasan pemkab setempat menolak upaya pencarian pasien positif Corona lewat metode uji swab tenggorok.

Padahal layanan medis ini terbuka dan gratis bagi seluruh kabupaten yang berkomitmen memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Ia mencontohkan, Bombana yang semula senyap mendadak mengumumkan lonjakan jumlah positif Corona hingga 60 kasus.

Penemuan kasus baru secara signifikan, ujar Wayong menunjukkan kinerja positif Tim Gugus Tugas Covid-19 Bombana yang terbukti berhasil melakukan follow up terhadap warganya yang telah terpapar wabah dari cluster KM Dorolonda.

Dengan deteksi cepat, kabupaten digawangi H Tafdil itu lebih sigap bergerak melakukan langkah antisipasi memutus mata rantai agar wabah tak menelan banyak korban jiwa.

No Swab No Case

No swab no case (tidak ada swab sama dengan tidak ada kasus). Bombana cluster KM Dorolonda sampai puluhan. Di Wakatobi 6 kasus, masih cluster Dorolonda. Secara probability sangat besar kemungkinan di Mubar juga ada karena sama sekali belum melakukan swab,” ujarnya.

Danrem 143 Haluoleo, Kolonel Inf Jannie Aldrin Siahaan saat berkunjung ke Posko Gugus Tugas Covid-19, Kamis 14 Mei 2020.

Anjuran agar pemerintah kabupaten kota di Sultra gencar melakukan screening dan deteksi pasien positif juga disampaikan Danrem 143 Haluoleo, Kolonel Inf Jannie Aldrin Siahaan saat berkunjung ke Posko Gugus Tugas Covid-19, Kamis 14 Mei 2020.

Baca Juga :  Warga Diharap Tak Abaikan Prokes demi Covid-19 Segera Terkendali

“Harusnya cepat dicari. Kalau ada yang positif bukan berarti daerah itu gagal. Ini yang perlu dipahami adalah kita ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kalau yang positif cepat ditemukan, bisa cepat diisolasi agar tidak menular ke yang lain. Kita kan sudah punya alat swab nandiri. Mestinya manfaatkan itu,” tegasnya.

Sejauh ini berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Jumat 15 Mei 2020, Mubar masih steril dari kasus positif Corona. Namun begitu, satu orang warga Bombana yang selama ini tinggal di Desa Pajala Kecamatan Maginti terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabupaten dipimpin LM Rajiun Tumada sejauh ini melaporkan 75 kasus OTG (Orang Tanpa Gejala) plus 3 kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Selain Mubar, ada 6 daerah lain di Sultra yakni Buton Tengah, Buton Selatan, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Buton Utara dan Buton belum melaporkan temuan kasus positif Covid-19.

Total Covid-19 diupdate Jumat 15 Mei 2020 berjumlah 167 kasus dengan rincian 146 pasien tengah dalam perawatan, 17 pasien berhasil sembuh dan 4 dinyatakan meninggal dunia. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x