?>
BERITA TERKINIHEADLINE

Musim Kemarau, Kawasan Persawahan Amohalo Kendari Hasilkan Panen Signifikan

×

Musim Kemarau, Kawasan Persawahan Amohalo Kendari Hasilkan Panen Signifikan

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Musim kemarau tak seketika menghentikan aktivitas panen padi di kawasan persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Dari sekitar 330 hektare hamparan sawah, kurang lebih 310 hektare telah dipanen pada musim tanam kedua 2026.

Teranyar, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memanen padi di lahan seluas 9 hektare, Senin (28/9/2026). Hamparan tersebut menjadi salah satu lokasi terakhir yang memasuki masa panen di kawasan persawahan Amohalo.

Capaian itu menjadi kabar positif bagi sektor pertanian Kota Kendari di tengah musim kemarau yang sempat membuat sejumlah lahan persawahan mengalami kekeringan.

Baca Juga :  Pernah Didatangi Warga Gegara Data Desil Keliru, BPS Sultra Imbau Manfaatkan Kanal Koreksi

Kondisi tersebut tak dibiarkan berlarut. Pemerintah Kota Kendari berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian.

“Walaupun di tahun ini kita mengalami kekeringan, melalui sinergitas dan komunikasi yang baik, kita berkoordinasi dengan BWS untuk segera menyediakan pasokan air ke persawahan,” kata Siska kepada awak media.

Selain mengandalkan pasokan air melalui koordinasi dengan BWS, Pemkot Kendari menggunakan biaya tak terduga untuk menyediakan mesin pompa dan sumur bor.

Baca Juga :  Istana Imbau Semua Kantor Beri Fleksibilitas Kerja pada 18 Agustus

Langkah tersebut ditempuh agar lahan persawahan tetap mendapat suplai air sehingga petani dapat mempertahankan musim tanam dan memanen hasil pertaniannya meski kemarau melanda.

Siska mengatakan, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah bersama masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam mempertahankan sekaligus memaksimalkan potensi pertanian di Kota Lulo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail menyebut panen 9 hektare yang dilakukan hari ini merupakan bagian dari hamparan terakhir yang memasuki masa panen.

Baca Juga :  Aturan Baru Aplikasi Android Berlaku 30 September, RI Termasuk

“Hari ini kita coba panen ruasan terakhir, 9 hektar dari 330 hektar kawasan persawahan yang ada di Amohalo,” ujar Imran.

Dengan panen tersebut, sekitar 310 hektare sawah di kawasan Amohalo telah memasuki masa panen pada musim tanam kedua tahun 2026.

Namun, berapa besar produksi padi yang dihasilkan dari ratusan hektare lahan tersebut belum dapat dipastikan. Dinas Pertanian Kota Kendari masih menunggu hasil penghitungan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Belum dilakukan perhitungan nanti oleh BPS yang akan melakukan perhitungan berapa,” ungkapnya.

Laporan: Ika Astuti

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>