LAJUR.CO, KENDARI – Siapa yang rindu dengan camilan tradisional Tuli-Tuli? Jajanan khas Kota Baubau dan Pulau Buton itu kini hadir dengan nuansa berbeda di Papito Coffee Kendari.
Tak lagi hanya dijumpai di pasar tradisional atau menjadi sajian dalam berbagai acara keluarga, Tuli-Tuli kini “naik kelas” sebagai salah satu menu andalan di kafe modern.
Berlokasi di Jalan Kapten Piere Tendean, kawasan SPBU Baruga, Kota Kendari, Papito Coffee mengusung konsep industrial yang dipadukan dengan sentuhan garden minimalis. Suasana hangat dan nyaman membuat kafe ini cocok menjadi tempat bekerja, menggelar rapat, hingga berkumpul bersama keluarga maupun sahabat.
Di tengah tren kafe yang identik dengan pastry dan dessert bergaya Barat, Papito Coffee justru menghadirkan kuliner lokal. Tuli-Tuli dipilih sebagai menu khas melokal dari aneka beragam jenis santapan lain yang menemani pengunjung menikmati secangkir kopi.
Tuli-Tuli merupakan camilan tradisional khas Kota Baubau dan Pulau Buton. Makanan ini dibuat dari kaopi, yakni singkong atau ubi kayu yang diparut, diperas hingga kadar airnya berkurang, lalu didiamkan atau dikeringkan sebelum diolah.
Kaopi kemudian dicampur dengan bawang merah dan bumbu sederhana. Setelah itu, adonan dibentuk menyerupai angka delapan sebelum digoreng hingga berwarna keemasan.
Teksturnya renyah di bagian luar, tetapi tetap lembut dan kenyal di bagian dalam. Cita rasanya gurih dengan aroma khas yang berasal dari proses pengolahan kaopi yang telah didiamkan sebelum digoreng.
Selama ini, Tuli-Tuli dikenal sebagai salah satu kuliner yang lekat dengan masyarakat Buton. Camilan tersebut biasanya dinikmati sebagai teman minum kopi atau teh, sekaligus menjadi sajian dalam berbagai acara keluarga.
Kehadiran Tuli-Tuli di Papito Coffee menjadi upaya memperkenalkan kembali kuliner tradisional Sulawesi Tenggara kepada generasi muda. Pengunjung tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga dapat bernostalgia dengan cita rasa jajanan lokal yang kini mulai jarang ditemukan di kafe-kafe modern.
Selain Tuli-Tuli, Papito Coffee juga menyediakan beragam camilan lain. Di antaranya Ubi Kayu Goreng, Papito Wings, Pisang Goreng, dan Kentang Goreng.
Untuk menu utama, tersedia Nasi Goreng Kampung Bali, Nasi Goreng Daging, Kari Papito, serta Mie Papito.
Sementara itu, pilihan minumannya juga cukup beragam. Pecinta kopi dapat menikmati Espresso, Americano, Cappuccino, Caffè Latte, Mocca, Kopi Susu Klasik, hingga aneka es kopi seperti Es Kopi Aren, Es Kopi Kelapa, Es Kopi Pandan, Es Kopi Pisang, dan Es Kopi Vanilla.
Papito Coffee juga menghadirkan sejumlah minuman signature. Di antaranya Komugi, Tiramisu Cheesecake, Caramel Macchiato, Appelicano, dan Ume Berry Cream.
Bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi kopi, tersedia Matcha, Chocolate, Strawberry Cheesecake, Yuzu Refreshing, Peach Yakult, Peach Tea, serta Lemon Tea.
Tak hanya menawarkan ragam menu, Papito Coffee juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Tersedia ruang rapat berkapasitas sekitar 15 orang yang dapat dimanfaatkan untuk pertemuan bisnis maupun kegiatan komunitas dengan menyesuaikan pemesanan makanan dan minuman.
Kafe yang berada persis di belakang SPBU Baruga itu memiliki area rooftop berkapasitas sekitar 50 orang. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Kendari, terutama saat sore hingga malam hari.
Untuk menunjang kenyamanan pelanggan, Papito Coffee turut menyediakan ruang salat yang bersih dan nyaman.
Papito Coffee beroperasi setiap Senin hingga Jumat pukul 07.30-23.00 WITA. Sementara pada Sabtu dan Minggu, kafe ini buka mulai pukul 07.30 hingga 24.00 WITA.
Laporan: Ika Astuti



