BERITA TERKINIHEADLINEPOLITIK

PAW La Ode Tariala Mulai Bergulir di DPRD Sultra, NasDem Tunjuk Albert Sebagai Pengganti

×

PAW La Ode Tariala Mulai Bergulir di DPRD Sultra, NasDem Tunjuk Albert Sebagai Pengganti

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Proses pergantian antarwaktu (PAW) La Ode Tariala dari kursi DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai bergulir. DPP Partai NasDem telah mengusulkan Albert sebagai pengganti Tariala setelah resmi memecat Ketua DPRD Sultra tersebut dari keanggotaan partai besutan Surya Paloh.

Juru Bicara DPW Partai NasDem Sultra, Muttaqin Sidiq, mengatakan usulan PAW Albert kini sedang diproses di DPRD Sultra. NasDem berharap tahapan administrasi pergantian anggota legislatif dari daerah pemilihan (Dapil) Sultra 3 itu dapat berjalan lebih cepat.

“Kalau melihat hasil perolehan Pemilu 2024 kemarin, urutan kedua setelah La Ode Tariala adalah Saudara Albert. Itu yang kemudian kita usulkan dan hari ini sedang berproses di DPRD,” kata Muttaqin saat memberikan keterangan, Rabu (28/10/2026), didampingi Sekretaris DPW Partai NasDem Sultra, Tahir Kimi.

Sebelumnya, NasDem telah menerbitkan dua surat keputusan (SK) terkait pemberhentian Tariala. SK Nomor 316-Kpts/DPP-NasDem/X/2026 berisi pemecatan sekaligus pencabutan kartu tanda anggota (KTA). Berbarengan dengan SK Nomor 318-Kpts/DPP-NasDem/X/2026 mengatur pengusulan PAW.

Baca Juga :  Nelayan Kulisusu Jatuh ke Laut Saat Cari Gurita, Nasibnya Belum Diketahui

Jajaran DPW NasDem Sultra telah menyerahkan dokumen keputusan tersebut kepada Sekretaris DPRD Sultra, La Ode Butolo, Senin (26/10/2026).

Tahapan berikutnya, DPRD Sultra akan menyurati Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk meminta berita acara hasil perolehan suara Pemilu 2024. Dokumen tersebut diperlukan dalam proses administrasi penggantian anggota DPRD.

Nama Albert sendiri menjadi calon legislatif NasDem dengan perolehan suara terbanyak kedua di internal partai untuk Dapil Sultra 3 yang meliputi Kabupaten Muna, Muna Barat, dan Buton Utara pada Pemilu 2024. Pada pileg lalu, Albert tercatat meraih 9.173 suara, berada di bawah La Ode Tariala yang memperoleh 12.628 suara. Perolehan tersebut menjadi dasar NasDem mengusulkannya sebagai pengganti Tariala melalui mekanisme PAW.

Di luar aktivitas politik, Albert dikenal sebagai pendiri Universitas Karya Persada di Kabupaten Muna. Kampus tersebut disebut sebagai universitas pertama di Kota Raha.

Baca Juga :  Saksi Lihat Bocah Main Api Sebelum Insiden Kebakaran Bangsal dan Gudang Kayu di Poasia

NasDem berharap kadernya tersebut segera dilantik setelah seluruh tahapan administrasi dan mekanisme PAW rampung. Muttaqin menyebut proses pergantian anggota DPRD biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan.

“Kalau biasanya sih tiga sampai enam bulan. Tapi kami berharap bisa lebih cepat. Kalau bisa bulan depan atau secepatnya Pak Albert sebagai representasi yang memperoleh suara terbanyak kedua di Dapil Muna, Muna Barat, dan Buton Utara bisa cepat dilantik. Ini juga berkaitan dengan kinerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Selain memproses PAW Tariala sebagai anggota DPRD, NasDem ikut mendorong pergantian kursi pimpinan DPRD Sultra. Nama yang direstui menggantikan mewakili NasDem pada posisi Ketua DPRD Sultra adalah Sudarmanto

“Usulan NasDem dari DPP Partai NasDem adalah Saudara Sudarmanto. Tugas kami sebagai kader memastikan instruksi partai tentang penggantian pimpinan DPRD dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  AMSI Sultra Gandeng Kejati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Terkait kemungkinan Tariala menempuh langkah hukum atau melakukan perlawanan atas keputusan pemecatan, Muttaqin menyebut hal tersebut merupakan hak pribadi yang bersangkutan. Namun, ia mengimbau Tariala agar menyikapi keputusan partai secara bijak dan tidak melakukan gerakan tambahan yang berpotensi merugikan diri sendiri.

Mengenai kemungkinan sanksi terhadap kader yang dinilai menghambat proses pergantian, Muttaqin menegaskan partai masih mempelajari persoalan tersebut. Menurut dia, dugaan keterlibatan kader perlu dibuktikan sebelum partai mengambil langkah lebih lanjut.

Ia menegaskan NasDem Sultra tetap solid di tengah dinamika internal setelah pemecatan Tariala.

“NasDem tetap solid sampai hari ini. Pernyataan-pernyataan yang mencoba mendiskreditkan partai kami anggap sebagai saran. Kami berharap masukan yang ada bisa membesarkan Partai NasDem ke depannya,” tutup Muttaqin. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!