BERITA TERKINIHEADLINE

Provinsi Sultra Catat 129 Hari Tanpa Guyuran Hujan, Baubau & Kolaka Terlama

×

Provinsi Sultra Catat 129 Hari Tanpa Guyuran Hujan, Baubau & Kolaka Terlama

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kekeringan meteorologis dengan durasi hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 100 hari. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 20 Oktober 2026, durasi terpanjang mencapai 129 hari di Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka.

Wilayah Bungi dan Betoambari di Kota Baubau serta Kecamatan Toari di Kabupaten Kolaka menjadi daerah dengan catatan HTH terpanjang di Sultra. Ketiga wilayah tersebut telah melewati lebih dari empat bulan tanpa guyuran hujan.

Kabupaten Bombana menyusul dengan durasi HTH mencapai 128 hari di Poleang Barat dan 127 hari di Poleang Timur. Catatan panjang lainnya terpantau di Matasau, Bombana, dengan 118 hari tanpa hujan.

Baca Juga :  LPS 'Peduli' Sambut HUT ke-21: Sambagi Lima Daerah di Sulsel, Layani Cek Kesehatan Gratis & Donor Darah

Durasi serupa terjadi di Tinanggea dan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Sementara itu, Betoambari dan Bungi di Kota Baubau serta Batauga dan Kadatua di Kabupaten Buton Selatan masing-masing mencatat 117 hari tanpa hujan.

BMKG turut mencatat HTH selama 116 hari di Kecamatan Sampolawa dan 115 hari di Siompu, Kabupaten Buton Selatan. Berikutnya, Lainea di Konawe Selatan mengalami 114 hari tanpa hujan, Tongkuno di Kabupaten Muna 105 hari, serta Kabawo di kabupaten yang sama selama 104 hari.

Secara keseluruhan, pemantauan BMKG memperlihatkan mayoritas wilayah Sultra mengalami periode tanpa hujan yang panjang. Sebanyak 75 persen wilayah tercatat tidak diguyur hujan selama lebih dari 60 hari.

Baca Juga :  OJK Sultra - Pemkab Kolut Susun Skema Garap Komoditas Kakao

Sebanyak 19 persen wilayah mengalami HTH selama 31–60 hari, disusul 4 persen dengan durasi 21–30 hari. Adapun wilayah dengan HTH selama 11–20 hari dan 6–10 hari masing-masing mencakup 1 persen.

Hingga pembaruan terakhir, tidak ada wilayah di Sultra yang tercatat masih mengalami hujan.

Kategori HTH ekstrem panjang tersebar di Kabupaten Bombana, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna, Muna Barat, serta Kota Baubau dan Kota Kendari.

BMKG menetapkan HTH kategori ekstrem panjang ketika curah hujan kurang dari 1 milimeter per hari selama lebih dari 60 hari berturut-turut.

Minimnya hujan turut terlihat dari analisis curah hujan dasarian II atau periode 11–20 Oktober 2026. Seluruh wilayah Sultra tercatat mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–10 milimeter per dasarian.

Baca Juga :  Ratusan Relawan Bersihkan Pantai Batu Gong, 500 Kg Sampah Plastik & Limbah Terkumpul

Kondisi tersebut diperkirakan berlanjut hingga akhir Oktober 2026. Berdasarkan prediksi curah hujan dasarian III, mayoritas wilayah Sultra berpeluang mengalami curah hujan kategori rendah, dengan akumulasi maksimal 50 milimeter per dasarian.

Memasuki periode akhir Oktober hingga akhir November 2026, curah hujan di Sultra diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, berkisar 0–100 milimeter per dasarian.

Meski begitu, BMKG memperkirakan curah hujan mulai meningkat di sebagian besar wilayah Sultra pada November 2026, baik pada awal maupun akhir bulan. Sis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!