SULTRABERITA.ID, KENDARI – Sejumlah restoran fast food harus mengambil langkah efisiensi demi bisa bertahan di tengah badai pandemi virus corona atau covid-19. Salah satunya raksasa restoran sepat saji di Indonesia KFC yang harus menutup ratusan gerainya. Langkah itu dilakukan sebagai respons akibat berkurangnya pendapatan karena menurunnya penjualan akibat pandemi corona.
Direktur PT Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengungkapkan bahwa penutupan gerai memang harus dilakukan karena aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jabodetabek.
BACA JUGA:
- Antusias Siswa Disabilitas di Kendari Ramaikan HUT RI, Orangtua Ikut Urunan Nyumbang
- Tiga Kecamatan di Kota Kendari Terima Bantuan Pangan Bulog, Tiap KK Keciprat 30 Kg Beras
- Perdana, Futsal Santri Cup 2026 Resmi Dibuka
- Update Harga Komoditas Dapur di Pasar Tradisional: Aneka Sayur hingga Cabai-Cabaian Turun Harg
- Tujuh Hari ke Depan Sultra Alami Siklus Tanpa Hujan, BMKG Umumkan Status Kekeringan Meteorologis
“Seluruh restoran KFC, yang bersifat dine in (makan di tempat) sudah ditutup. Dan sekitar 100 lebih yang ada di mal seluruhnya bahkan ditutup total nggak bisa beroperasi. Karena malnya atau plaza sendiri tutup,” kata Justinus kepada CNBC Indonesia, Kamis (23/4).
Saat ini, layanan yang tersedia hanyalah take away. Konsumen tidak bisa makan di tempat karena memang sudah dilarang sesuai dengan ketentuan PSBB. “Pokoknya kita tetap berusaha untuk menjaga agar kelangsungan operasional bisa bertahan lebih panjang, ikuti aturan pemerintah itu,” papar Justinus.
Sejumlah daerah memang sudah menerapkan pengetatan terhadap lalu lintas orang. Sebagai respons, KFC pun memandang perlu adanya penyesuaian. Di antaranya memotong jam operasi.
Di antaranya gerai KFC di Jakarta yang berjumlah 135 gerai kini hanya beroperasi pukul 06.00-18.00 WIB, 40 gerai di Bekasi beroperasi pada pukul 09.00-18.00 WIB, 21 gerai di Bogor beroperasi pada 08.00-18.00, sementara yang tutup paling lama adalah jam operasi di 13 gerai Kota Depok, yakni pukul 10.00-21.00 WIB. Pembatasan jam juga diyakini sedikit mengurangi beban biaya operasional, seperti listrik dan air.
“Jadi harus ada penghematan di sana disini untuk menuju pada pertahanan kita punya operasional,” kata Justinus. Adm
Sumber: cnbcindonesia.com
Judul: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200423103108-4-153850/raksasa-restoran-tumbang-kfc-tutup-100-gerai-gegara-corona



