LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, memergoki seorang perempuan berbaju daster yang diduga membeli BBM bersubsidi berulang kali di SPBU Saranani, Kota Kendari, Sabtu (17/10/2026) malam. Perempuan tersebut menggunakan mobil Wuling dan mengaku telah mengantre BBM sebanyak tiga kali dalam sehari.
Temuan itu diungkapkan Sudirman melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @imenkkendari. Dalam rekaman tersebut, ia meminta keterangan langsung kepada perempuan yang berada di SPBU tersebut.
Saat ditanya berapa kali mengantre BBM pada hari yang sama, perempuan itu mengaku sudah melakukannya sebanyak tiga kali.
“Tadi baru tiga kali,” ujar perempuan berdaster tersebut sambil tersenyum.
Namun, berdasarkan informasi tim satuan tugas (satgas) yang bertugas di lapangan, frekuensi pembelian BBM oleh mobil Wuling tersebut diduga lebih dari tiga kali dalam sehari.
“Malam ini, kami menemukan lagi di SPBU Saranani mobil Wuling mengantre berulang yang diakuinya 3 kali, tapi informasi tim satgas di lapangan lebih dari 3 kali dalam sehari,” tulis Sudirman dalam unggahannya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi guna mencegah praktik pembelian berulang yang berpotensi mengganggu penyaluran kepada masyarakat yang berhak.
Sudirman mengungkapkan, Pemkot Kendari telah menugaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memantau aktivitas di setiap SPBU. Pengawasan tersebut dilakukan agar penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.
“Dalam mengawal dan memastikan BBM subsidi tepat sasaran, Pol-PP Kendari kami tugaskan untuk selalu memantau di setiap SPBU,” lanjut Sudirman.
Belakangan, Sudirman gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di Kendari. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menertibkan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk praktik pembelian berulang dan indikasi penimbunan.
Pengawasan difokuskan pada penyaluran BBM bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar, agar sesuai peruntukan serta tidak menghambat akses masyarakat yang membutuhkan.
Dalam unggahan tersebut, Sudirman menyebut perempuan berdaster yang terjaring di SPBU Saranani telah diserahkan kepada Polresta Kendari untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pemkot Kendari berharap pengawasan yang diperketat dapat menekan praktik pembelian BBM secara berulang sekaligus menjaga distribusi energi bersubsidi tetap tertib dan tepat sasaran.





