BERITA TERKINIHEADLINEKESEHATAN

Uji Lab PDP Kolaka Meninggal Belum Juga Dirilis, Busel Membengkak, 4 PDP Sembuh: Berikut Update Sebaran Covid-19 Sultra !

×

Uji Lab PDP Kolaka Meninggal Belum Juga Dirilis, Busel Membengkak, 4 PDP Sembuh: Berikut Update Sebaran Covid-19 Sultra !

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Gugus Tugas Kewaspadaan Covid-19 Sultra merilis update data kekinian perkembangan kasus virus Corona di Sultra, Senin 30 Maret Pukul 17.00 WITA.

BACA JUGA :

Berdasarkan laporan Gugus Tugas, hingga kini uji Lab Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Kolaka yang meninggal 23 Maret lalu dan viral lantaran mengabaikan protokol penanganan wabah Corona RSUD Bahteramas belum juga diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan RI.

Sementara itu mengacu rilis Gugus Tugas, Orang Dalam Pemantauan (ODP) suspect corona di Sultra terus meningkat dimana jumlahnya kini mencapai 2.659 orang. Sebanyak 1.456 ODP diantaranya tuntas menjalani proses karantina mandiri. Sementara 1.203 ODP masih harus patuh terhadap aturan karantina.

Kabupaten Buton Selatan sendiri masih memegang rekor jumlah ODP tertinggi total 528 kasus. Disusul Kota Baubau 510 ODP dan Kabupaten Wakatobi 323 ODP.

Baca Juga :  Pemerintah Ancam Blokir Google, Facebook, WhatsApp dkk, Alasannya Apa?

Sementara Pasen Dalam Pengawasan masih berjumlah 17 pasien. Dimana 12 orang dinyatakan masih dalam tahap isolasi di rumah sakit, 5 orang PDP dinyatakan sudah bebas dari observasi medis.

Kabar baik dari penanganan PDP Corona di Sultra, 4 orang pasien dinyatakan sembuh. Setelah dua kali melalui uji laboratorium, keempat pasien dinyatakan negatif Corona.

Sementara itu, dari 17 PDP, sebanyak 11 PDP diketahui berdomisili di Kota Kendari ; 3 PDP asal Konawe ; 1 PDP asal Kolaka dan 1 PDP asal Kota Baubau.

Berikut, jumlah pasien dinyatakan positif terpapar Corona masih berjumlah 3 orang. Meski jumlah PDP maupun ODP suspect Corona meningkat, belum ada penambahan kasus baru positif Corona di Sultra.

Berikut data lengkap ODP Suspect Corona di Sultra sesuai rilis diterima Sultraberita.id dari Gugus Tugas Covid-19 Sultra Senin 30 Maret 2020 :

Kabupaten Kolaka : 58 Orang
Kabupaten Konawe : 69 Orang
Kabupaten Muna : 60 Orang
Kabupaten Buton : 58 Orang
Kota Kendari : 119 Orang
Kota Baubau : 510 Orang
Kabupaten Konawe Selatan : 48 Orang
Kabupaten Kolaka Utara : 119 Orang
Kabupaten Wakatobi : 323 Orang
Kabupaten Bombana : 272 Orang
Kabupaten Konawe Utara : 19 Orang
Kabupaten Buton Utara : 52 Orang
Kabupaten Kolaka Timur : 68 Orang
Kabupaten Konawe Kepulauan : 32 Orang
Kabupaten Muna Barat : 65 Orang
Kabupaten Buton Selatan : 528
Kabupaten Buton Tengah : 259

Baca Juga :  Warga Diharap Tak Abaikan Prokes demi Covid-19 Segera Terkendali

Sumber : Gugus Tugas Covid-19 Sultra
Update : Senin 30 Maret 2020, pukul 17.00 WITA

*Orang Dalam Pemantauan (ODP) Seseorang yang mengalami demam, (? 38) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang menyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut :

  1. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negri yang melaporkan transmini lokal
  2. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmini lokal di Indonesia DKI Jakarta, Banten (Kab. Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan), Jawa Barat (Kota Bandung, Kab. Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kab. Bogor, Kota Bogor, dan Kab. Karawang), Jawa Tengah (Kota Surakarta), dan Jawa Timur (Kab. Kediri, Kab. Malang, Kab. Magetan, Kab. Sidoarjo dan Kota Surabaya), Kalimantan Barat (Kota Pontianak), dan Sulawesi Selatan (Kota Makassar).
Baca Juga :  Dukung Ekspansi PT Vale di Kolaka, Ali Mazi: Terapkan Good Mining Practice Segera di Blok Pomalaa!

*Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.Seseorang dengan infeksi pernapasan akut (ISPA) yaitu demam (? 38) atau riwayat demam disertai salah satu gejala atau tanda penyakit pernapasan seperti : Batuk/ sesak napas/ sakit tenggorokan/pilek/ pneumonia ringan hingga berat dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang menyakinkan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memenuhi salah satu kriteria berikut : A. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negri yang melakukan transmisi lokal, B. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.

2.Seseorang dengan demam (? 38) atau riwayat demam atau ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus kon?rmasi atau probabel covid 19.
3.Seseorang dengan ISPA berat atau Pneumonia berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang menyakinkan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x