LAJUR.CO, KENDARI – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim Kampus Hijau berhasil meraih Juara III dalam ajang National Business Plan Competition (NBPC) 2026 yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (13/6).
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi produk bernama Sagro Chips, camilan berbahan dasar sagu dan daun bakau yang mengangkat potensi sumber daya lokal Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi produk bernilai ekonomi dan berkelanjutan.
Tim UHO terdiri atas Ayumi Azzahra dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebagai ketua tim, Diyna ‘Awliya ‘Aziyzah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), serta Azika Noor Faizah dari Fakultas Hukum (FH). Mereka mendapat pendampingan dari Kepala UPA PK2M UHO sekaligus Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan UHO, Lade Sirjon.
Ketua tim, Ayumi Azzahra, mengatakan ide Sagro Chips lahir dari keinginan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Menurutnya, produk tersebut tidak hanya menawarkan peluang bisnis, tetapi juga mengusung konsep keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Kami melihat sagu dan daun bakau memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih modern. Karena itu, kami mencoba mengolahnya menjadi camilan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat pesisir,” kata Ayumi kepada Lajur.co, Selasa (16/6).
Perjalanan menuju kompetisi nasional itu tidak berlangsung mudah. Ayumi mengungkapkan tim membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan proposal bisnis, riset produk, hingga strategi presentasi.
Di tengah kesibukan perkuliahan dan tugas akademik, mereka dituntut mampu membagi waktu secara efektif agar seluruh tahapan persiapan berjalan maksimal.
“Tantangan terbesar adalah mengatur waktu antara kuliah, tugas, dan persiapan lomba. Selain itu, penyusunan proposal bisnis membutuhkan riset yang mendalam serta perhitungan yang matang,” ujarnya.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, setiap anggota tim membagi tugas sesuai bidang dan kemampuan masing-masing. Diskusi rutin menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan selama proses persiapan.
“Kami saling mendukung dan membantu ketika ada bagian yang mengalami kesulitan. Kerja sama tim menjadi faktor penting hingga akhirnya bisa meraih hasil ini,” tambahnya.
Ayumi turut mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kampus yang telah membantu pembiayaan selama kompetisi berlangsung serta memberikan pendampingan intensif melalui dosen pembimbing.
“Kami sangat bersyukur karena mendapatkan dukungan luar biasa dari kampus, baik dari segi pendanaan maupun pendampingan selama mengikuti kompetisi,” katanya.
Lebih lanjut, Ayumi menegaskan Sagro Chips tidak akan berhenti sebagai proyek kompetisi semata. Timnya berkomitmen untuk terus mengembangkan produk tersebut agar dapat dipasarkan secara lebih luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap inovasi ini bisa terus berkembang, dikenal oleh masyarakat luas, dan memberikan manfaat yang lebih besar. Selain itu, kami juga ingin terus menghadirkan inovasi yang membawa nama baik UHO di berbagai kompetisi lainnya,” tutupnya.
Laporan; Ika Astuti




