?>
BERITA TERKINIHEADLINE

BMKG Klaim Tanda-tanda Hujan di Sultra Sudah Muncul Oktober Ini, Tapi Curahnya Rendah

×

BMKG Klaim Tanda-tanda Hujan di Sultra Sudah Muncul Oktober Ini, Tapi Curahnya Rendah

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Setelah berminggu-minggu langit Sulawesi Tenggara (Sultra) lebih banyak bersahabat dengan cuaca kering, tanda-tanda hujan mulai muncul memasuki Oktober 2026. Namun, masyarakat Sultra tampaknya masih harus bersabar karena hujan yang diperkirakan turun belum akan membawa curah yang tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sultra mencatat sebagian besar wilayah Sultra masih berada dalam periode minim hujan.

Kondisi itu terlihat dari pemantauan hari tanpa hujan (HTH) yang menunjukkan sejumlah wilayah telah mengalami periode kering cukup panjang.

Berdasarkan monitoring HTH Sultra yang diperbarui pada 30 September 2026, kategori ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari masih terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di Bumi Anoa.

Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Kota Kendari, Kota Baubau, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Muna.

Baca Juga :  PT Vale Standby! Siaga Ancaman Karhutla di Seluruh Wilayah Konsesi

Artinya, di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat telah melewati lebih dari dua bulan tanpa hujan atau dengan jeda hujan yang sangat panjang.

Sementara itu, HTH kategori pendek selama 6–10 hari tercatat di sejumlah wilayah lainnya.

Adapun HTH kategori sangat pendek, yakni 1–5 hari, tercatat di Kecamatan Rante Angin, Kabupaten Kolaka Utara.

Gambaran kondisi kering tersebut juga terlihat dari analisis curah hujan dasarian pada akhir September 2026.

BMKG mencatat seluruh wilayah Sulawesi Tenggara mengalami curah hujan kategori rendah, dengan jumlah sekitar 0–20 milimeter per dasarian.

Memasuki awal Oktober 2026, kondisi minim hujan tersebut diperkirakan belum banyak berubah.

Baca Juga :  1xBet: обзор интерфейса и основных возможностей для высоких ставок

BMKG memprediksi seluruh wilayah Sulawesi Tenggara secara umum masih memiliki peluang tinggi mengalami curah hujan kategori rendah, dengan kisaran hingga 50 milimeter per dasarian.

Prediksi tersebut bahkan masih berlanjut hingga akhir Oktober 2026.

Dengan demikian, meski tanda-tanda hujan mulai muncul pada Oktober, intensitasnya diperkirakan belum signifikan. Sebagian besar wilayah Sultra masih berada dalam kategori curah hujan rendah.

Perubahan yang lebih terasa baru diperkirakan mulai terjadi pada awal November 2026.

BMKG memprediksi curah hujan kategori menengah, yakni sekitar 51–75 milimeter per dasarian, mulai muncul di sebagian kecil wilayah Kabupaten Kolaka Utara.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa musim hujan mulai menunjukkan tanda-tanda kedatangan, meski belum merata di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Baca Juga :  Die Zukunft der Wettanbieter ohne Oasis: Trends und Prognosen

Bagi masyarakat yang telah cukup lama menghadapi kondisi panas dan minim hujan, datangnya hujan tentu menjadi kabar yang dinanti. Namun, berdasarkan prakiraan BMKG, hujan yang muncul pada Oktober belum serta-merta menandai berakhirnya periode kering di seluruh wilayah Sultra.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap berbagai dampak kondisi cuaca dan perubahan iklim yang dapat terjadi.

Masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui sumber resmi dan terpercaya BMKG.

Jadi, meski tanda-tanda hujan di Sultra mulai muncul pada Oktober ini, masyarakat belum bisa berharap hujan turun deras dan merata. Data BMKG justru menunjukkan sebagian besar wilayah Sultra masih akan berhadapan dengan curah hujan rendah hingga akhir Oktober 2026.

Laporan: Ika Astuti

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>