LAJUR.CO, KENDARI – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana sejak usia dini, termasuk mengenali jenis sampah dan memahami cara mengelolanya agar tidak mencemari lingkungan.
Upaya tersebut dilakukan Tim Pengabdian Dosen Jurusan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO) melalui edukasi pengelolaan sampah bagi siswa kelas IV SD Negeri 17 Kota Kendari, Jumat (9/10/2026).
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk pengenalan jenis sampah dan pengelolaan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), para siswa diajak mengenali sampah organik dan anorganik serta mempelajari langkah sederhana mengurangi timbulan sampah.
Dosen Ilmu Lingkungan UHO, Junartin Teke, S.Si., M.Eng., menjelaskan pemahaman mengenai jenis sampah menjadi langkah awal membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sampah organik, seperti sisa makanan, daun, dan kulit buah, dapat diolah menjadi kompos. Sementara itu, sampah anorganik, seperti botol plastik dan kaleng, perlu dipilah agar dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.
“Pengelolaan sampah bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Anak-anak perlu memahami bahwa sampah memiliki jenis berbeda dan cara penanganannya pun tidak selalu sama,” jelas Junartin.
Selain mengenali jenis sampah, para siswa diperkenalkan pada prinsip 3R sebagai upaya mengurangi limbah sejak dari sumbernya. Reduce berarti mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, Reuse berarti menggunakan kembali barang yang masih layak, sedangkan Recycle merupakan proses mendaur ulang sampah menjadi produk bermanfaat.
Prinsip tersebut dapat diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti membawa botol minum dan tempat makan sendiri untuk mengurangi plastik sekali pakai. Barang bekas yang masih layak juga bisa digunakan kembali, sedangkan sampah tertentu dapat diolah menjadi barang bernilai guna.
Junartin menegaskan, pengetahuan mengenai pengelolaan sampah perlu diikuti tindakan nyata. Membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenis, dan mengurangi penggunaan plastik menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan siswa, baik di sekolah maupun di rumah.
Edukasi tersebut merupakan bagian dari kontribusi Jurusan Ilmu Lingkungan UHO guna meningkatkan literasi lingkungan generasi muda. Melalui pengenalan sejak usia sekolah dasar, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap kebersihan serta mampu menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten.
Program edukasi sampah sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya implementasi SDGs poin keempat yang fokus Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Tim Pengabdian Dosen Jurusan Ilmu Lingkungan UHO berharap edukasi tersebut dapat mendorong siswa menerapkan prinsip 3R secara berkelanjutan serta berperan aktif mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman. Adv




