LAJUR.CO, KENDARI – Empat bulan menjalani aktivitas di Kendari membuat Prof. Khairul Munadi memiliki banyak kenangan tentang Sulawesi Tenggara (Sultra). Salah satu yang paling sederhana, tetapi berkesan, adalah sayur pakis yang hampir selalu menemani waktu makannya selama bertugas di Universitas Halu Oleo (UHO).
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) itu mengaku bakal merindukan cita rasa sayur pakis setelah kembali menjalankan aktivitasnya di Jakarta.
Bukan tanpa alasan, sayur pakis menjadi menu favorit yang hampir selalu dicarinya, baik saat makan siang maupun makan malam.
“Yang jelas saya akan merindukan pakis. Hampir di setiap kesempatan kalau saya makan, makan siang maupun makan malam, tetap ada pakisnya,” ungkap Khairul kepada awak media, Sabtu (31/10/2026).
Saat ditanya apakah sayur pakis juga tersedia di Jakarta, Khairul tidak menampik kemungkinan tersebut. Namun, menurutnya, kesegaran dan cita rasa pakis yang dinikmatinya selama berada di Sultra memiliki keistimewaan tersendiri.
“Ya, mungkin ada, tapi cita rasanya beda, mungkin kesegarannya. Selama di sini memang itu favorit saya,” katanya.
Selain sayur pakis, ikan parende turut masuk dalam daftar kuliner khas Sultra yang disukainya. Olahan ikan berkuah kuning dengan perpaduan rasa asam dan gurih itu menjadi salah satu hidangan Kendari yang akan membekas dalam ingatannya.
Namun, kenangan Khairul selama berada di Bumi Anoa bukan semata tentang kekayaan kulinernya. Kebersamaan dengan keluarga besar UHO menjadi pengalaman lain yang meninggalkan kesan mendalam.
Selama menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, ia merasakan suasana kekeluargaan yang kuat di lingkungan Kampus Hijau. Penerimaan dari sivitas akademika membuatnya merasa menjadi bagian dari keluarga besar universitas, meski masa pengabdiannya relatif singkat.
“Selama empat bulan, UHO dan Kendari itu sudah ada di hati. Saya juga merasa diterima sebagai keluarga dan nantinya tetap menjadi bagian dari keluarga besar UHO,” ungkapnya.
Khairul bahkan menyebut Kendari dan Kampus Hijau telah menjadi rumah kedua baginya. Ia berharap dapat kembali berkunjung suatu saat nanti sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan keluarga besar UHO.
“Dengan kebersamaan dan kekeluargaan yang saya rasakan ini, UHO dan Kendari sudah menjadi rumah kedua,” tuturnya.
Diketahui, Khairul Munadi mengemban amanah sebagai Plt Rektor UHO selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak 15 Juni hingga 20 Oktober 2026. Tongkat kepemimpinan UHO selanjutnya dilanjutkan Prof. Takdir Saili sebagai Rektor periode 2026–2030. Sis





