LAJUR.CO, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) berencana mengembangkan fakultas khusus yang berorientasi pada potensi sumber daya alam Sulawesi Tenggara (Sultra), terutama sektor mineral dan pertambangan. Rencana tersebut menjadi salah satu agenda pengembangan kelembagaan yang disinggung Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, dalam prosesi serah terima jabatan (sertijab) pimpinan universitas, Sabtu (31/10/2026).
Takdir menyampaikan, UHO perlu memiliki fakultas yang secara khusus mencerminkan potensi unggulan daerah. Pasalnya, meski saat ini memiliki 14 fakultas, belum ada fakultas yang secara spesifik diarahkan untuk mengembangkan sektor mineral dan pertambangan.
“Sementara di UHO, dari 14 fakultas yang ada, belum ada yang secara khusus mencerminkan potensi tersebut. Ini yang ingin kita dorong agar ke depan bisa menjadi bagian dari pengembangan UHO,” ungkap Takdir.
Menurutnya, pengembangan tersebut penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung potensi sumber daya alam Bumi Anoa.
Rencana itu disampaikan Takdir setelah menerima penyerahan tugas, wewenang, dan tanggung jawab pimpinan UHO dari Prof. Khairul Munadi yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor.
Prosesi sertijab berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO dan ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh kedua pihak. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara pisah sambut sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Khairul selama kurang lebih empat bulan memimpin Kampus Hijau.
Dalam kesempatan itu, Takdir turut mengapresiasi kontribusi Khairul, khususnya dalam mendukung pengembangan akademik dan kelembagaan UHO.
Salah satu agenda yang mendapat dukungan adalah penambahan program studi jenjang doktor (S3) Ilmu Kependidikan. Takdir menilai pengembangan program studi menjadi langkah strategis, terlebih kementerian saat ini tengah merampingkan dan merasionalkan pembentukan program studi baru.
Takdir sendiri baru sekitar 11 hari menjalankan amanah sebagai Rektor UHO periode 2026–2030 setelah dilantik pada 20 Oktober 2026.
Ia mengakui masih membutuhkan arahan dan pendampingan dari Khairul untuk menjalankan berbagai agenda pengembangan universitas.
“Contoh dan suri teladan yang disampaikan, diperlihatkan, diucapkan dan dilakukan oleh Pak Prof. Khairul Munadi selama menjadi Plt. Rektor, itu menjadi pelajaran yang berharga. Bukan hanya untuk diri saya tentunya, tetapi juga semua teman-teman, mulai dari jajaran pimpinan di universitas sampai dengan dosen-dosen,” kata Takdir.
Ia juga berharap komunikasi dan hubungan baik dengan Khairul tetap terjaga meskipun masa tugasnya sebagai Plt. Rektor telah berakhir.
“Saya berharap beliau tetap memberikan arahan. Kalau ada tindakan atau kebijakan saya yang keliru, jangan segan untuk mengingatkan. Silakan dikritik, karena yang kita jaga adalah kepentingan dan nama baik institusi,” tuturnya.
Sementara itu, Khairul dalam sambutan perpisahannya mengajak seluruh keluarga besar UHO kembali bersatu dan memberikan dukungan kepada kepemimpinan Takdir Saili.
Menurut Khairul, dinamika pemilihan rektor telah selesai sehingga seluruh energi sivitas akademika perlu diarahkan untuk memperkuat universitas.
“Kita tidak perlu lagi melihat ke belakang, proses pemilihan telah kita lalui. Kini saatnya perhatian dan energi kita perlu dipertemukan untuk memperkuat Universitas Halu Oleo bersama Pak Rektor dan jajaran nantinya,” ujarnya.
Khairul yang menjabat Plt. Rektor sejak 15 Juni 2026 juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya.
Ia berharap UHO terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan wilayah serta kemajuan masyarakat Sultra.
“Saya sangat berharap agar Universitas Halu Oleo bisa memberikan, meningkatkan keberdampakan bagi pengembangan wilayah dan pemajuan masyarakat di Sultra khususnya,” tuturnya.
Khairul juga berpesan agar Kampus Hijau tetap menjadi rumah bersama yang dirawat dengan tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian seluruh sivitas akademika. Sis





