LAJUR.CO, MUNA – Berbagai cara dilakukan atlet renang Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk menjaga kemampuan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Kendari 2026. Tanpa kolam renang yang layak, belasan atlet kini harus menjalani latihan di aliran Kali Laende, Raha.
Pemandangan sejumlah atlet remaja berenang di kali tersebut belakangan menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman singkat itu, para atlet terlihat bergantian melompat dari landasan beton di tepi kali untuk menjalani latihan di bawah arahan pelatih.
Koordinator Pelatih Tim Renang Kabupaten Muna, Abdullah, membenarkan lokasi dalam video tersebut merupakan Kali Laende yang berada di pinggiran Kota Raha.
Ia mengatakan, penggunaan kali sebagai tempat latihan terpaksa dilakukan karena Muna belum memiliki fasilitas renang representatif yang bisa dimanfaatkan atlet.
“Tidak ada tempat latihan representatif di Muna untuk renang. Jadi, lokasi kali yang di dalam video merupakan tempat terbaik yang saat ini ada di Raha untuk dipakai berlatih,” ujar Abdullah saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).
Abdullah menjelaskan, sebanyak 12 atlet renang Muna tengah dipersiapkan untuk mengikuti sejumlah nomor pertandingan pada Porprov XV Kendari. Dari total 42 nomor yang dipertandingkan, para atlet akan turun pada nomor yang telah dipersiapkan tim pelatih.
Meski menjadi pilihan terbaik yang tersedia, latihan di Kali Laende belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pembinaan atlet. Panjang lintasan lurus di lokasi tersebut hanya sekitar 30 meter sebelum aliran kali membelok. Kondisi itu membuat atlet kesulitan menjalani simulasi pertandingan, terutama untuk nomor 50 meter dan 100 meter.
Pilihan berlatih di laut lepas pun bukan solusi ideal. Selain garis pantai Raha yang relatif dangkal dan dipenuhi karang tajam, keberadaan bulu babi turut menjadi ancaman keselamatan atlet.
Belum lagi kebutuhan logistik air mineral yang meningkat saat musim panas karena atlet harus berlatih di area terbuka.
Ironisnya, Kabupaten Muna sebenarnya pernah memiliki fasilitas kolam renang di kompleks Gedung Olahraga (GOR) Muna. Namun, sarana olahraga yang dibangun sejak 2005 pada era Bupati Ridwan Bae itu kini terbengkalai dan tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.
GOR Muna sempat menjadi salah satu fasilitas olahraga andalan daerah, termasuk saat dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Porprov 2007. Kini, kompleks tersebut justru kehilangan fungsi setelah tidak mendapat perawatan yang memadai.
Kondisi kolam renang semakin memprihatinkan setelah sejumlah fasilitas pendukung dilaporkan hilang akibat penjarahan. Mesin pompa air, dinamo, kabel instalasi hingga lampu penerangan disebut telah dipreteli oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Kerusakan dan hilangnya berbagai perlengkapan membuat kolam renang tidak lagi dapat digunakan untuk menunjang pembinaan atlet.
Selain persoalan fasilitas, faktor keselamatan dan kesan mistis setelah adanya kejadian warga tenggelam di lokasi tersebut turut membuat klub maupun atlet enggan memanfaatkan area kolam renang.
Akibatnya, Kali Laende menjadi salah satu tumpuan latihan atlet renang Muna untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2026.
Di tengah persiapan membawa nama daerah ke arena olahraga tingkat provinsi, para atlet harus berjuang dengan fasilitas seadanya. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali sarana olahraga yang terbengkalai agar pembinaan dan prestasi atlet Muna tidak terus terkendala. Adm





