BERITA TERKINIDAERAH

Siswi SD Parigi Muna Merengek Kesakitan & Muntah-muntah Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

×

Siswi SD Parigi Muna Merengek Kesakitan & Muntah-muntah Usai Santap MBG, Dilarikan ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, MUNA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditengarai kembali menelan korban. Seorang siswi kelas IV SD Negeri 8 Parigi, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak merengek kesakitan hingga muntah-muntah setelah menyantap menu MBG di sekolahnya, Kamis (5/11/2026).

Siswi bernama Wa Ode Ratu Islami Zuhri itu kini menjalani penanganan medis di Puskesmas Parigi. Dugaan sementara, korban mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang disuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Latampu, Kecamatan Parigi.

Baca Juga :  SK Fix Berakhir, BKD Sultra Jawab Nasib 2.605 PPPK Paruh Waktu

Peristiwa tersebut terungkap setelah ibu korban menghubungi keluarganya dan mengirimkan video kondisi anak tersebut. Anggota DPRD Muna, Murida, yang merupakan bibi korban, mengaku menerima video itu sekitar pukul 11.30 Wita.

Lewat rekaman video yang diterima Lajur.co, korban terlihat menangis sambil memegangi perutnya karena kesakitan.

“Ponakan saya sakit perut dan muntah setelah santap MBG di SD 8 Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna. Saat ini korban sedang ditangani di Puskesmas Parigi. Informasi sementara dari pihak Puskesmas, diduga ada indikasi keracunan. Salah satu makanan yang dikeluhkan adalah saus telur yang terasa pahit,” ungkap Murida kepada Lajur.co.

Baca Juga :  Pengecer Pertalite Demo Ngotot Diizinkan Jualan, Wawali Sudirman: Subsidi Tak Bisa Diperjualbelikan!

Menyikapi kejadian tersebut, Murida mengingatkan seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Muna agar tidak mengabaikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan pemenuhan gizi dalam penyediaan menu MBG.

Ia meminta setiap bahan makanan, mulai dari lauk-pauk hingga bumbu, dipastikan dalam kondisi segar dan tidak kedaluwarsa sebelum diolah maupun disajikan kepada siswa.

“Kebersihan SPPG, bahan lauk-pauk yang dibeli harus segar, begitu juga bumbunya jangan sampai kedaluwarsa. Gizi dan higienitas MBG harus diprioritaskan sesuai SOP. Jangan sampai ada anak-anak kita yang keracunan setelah menyantap MBG,” tegasnya.

Baca Juga :  Tolak Pembangunan Batalyon, Ratusan Warga yang Berkebun di Warangga Demo ke DPRD Muna

Murida berharap kejadian yang menimpa keponakannya menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait. Ia meminta pengawasan terhadap proses pengolahan hingga pendistribusian makanan MBG diperketat agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan anak-anak tetap menjadi prioritas. Tri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *