SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kabupaten Kolaka Utara menjadi satu dari tiga kabupaten di Sultra yang membangun unit shelter. Alat deteksi gempa bumi dari BMKG ini didirikan di Ibu kota Kolut, Lasusua.
BACA JUGA :
- Parah! Antrean Pertalite di SPBU Muna Barat Capai 2 Kilometer, Harga Pengecer Tembus Rp16 Ribu/liter
- Tersangka Tambang Ilegal di Sultra Anton Timbang Pose Bareng Presiden Prabowo, Dipost Akun Sekretariat Kabinet RI
- BMKG Peringatkan Ancaman Heatstroke, Kenali Tanda-Cara Penanganannya
- Menkomdigi Imbau Warga RI Cek Biometrik Walau Tak Beli Nomor HP Baru
- Harga Pertamax di Sultra Turun Tipis Rp300/Liter, Berlaku Agustus 2026
Kemarin, Bupati Kolut, H Nur Rahman, telah menyetujui pinjam pakai tanah milik pemerintah sebagai lokasi pembangunan shelter sensor gempa bumi.
“Lokasinya dekat pantai. Ini sangat penting karena Kolut rawan gempa. Jadi bisa ada informasi lebih cepat jika ada alat ini. Kita bersyukur BMKG mau memasang alatnya di sana,” ujar Nur Rahman.
Kolut diketahui acap kali diguncang gempa karena berada di jalur lempeng dan patahan sesar aktif. Di tahun 2019, periode Januari-Juni daerah pecahan Kolaka itu beberapa kali dilanda bencana gempa bumi.
12 April 2019, guncangan gempa bumi di Kota Lasusua pernah menembus 4,9 Skala Richter. Gempa bahkan sempat membangkitkan peringatan potensi tsunami.
Selain Kolut, shelter sensor gempa juga dipasang di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Wakatobi. Adm



