SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kabupaten Kolaka Utara menjadi satu dari tiga kabupaten di Sultra yang membangun unit shelter. Alat deteksi gempa bumi dari BMKG ini didirikan di Ibu kota Kolut, Lasusua.
BACA JUGA :
- Alasan Gubernur ASR Setop Beasiswa Sampoerna, Ganti Program Baru Pakai Dana Pribadi
- UKPM Gelar Pelatihan K3 Terintegrasi, Bekali Mahasiswa Jadi Lulusan Siap Kerja
- Fasilitas Prima Bandara Haluoleo Jamu Jemaah Haji Lansia, Disabilitas, dan Perempuan
- Upah Belum Layak, Buruh Sultra Desak Pemerintah Buat Perda Perlindungan Pekerja
- Pertamina Patra Niaga Bagikan Ratusan Paket Sembako Jelang May Day 2026 di Sulsel
Kemarin, Bupati Kolut, H Nur Rahman, telah menyetujui pinjam pakai tanah milik pemerintah sebagai lokasi pembangunan shelter sensor gempa bumi.
“Lokasinya dekat pantai. Ini sangat penting karena Kolut rawan gempa. Jadi bisa ada informasi lebih cepat jika ada alat ini. Kita bersyukur BMKG mau memasang alatnya di sana,” ujar Nur Rahman.
Kolut diketahui acap kali diguncang gempa karena berada di jalur lempeng dan patahan sesar aktif. Di tahun 2019, periode Januari-Juni daerah pecahan Kolaka itu beberapa kali dilanda bencana gempa bumi.
12 April 2019, guncangan gempa bumi di Kota Lasusua pernah menembus 4,9 Skala Richter. Gempa bahkan sempat membangkitkan peringatan potensi tsunami.
Selain Kolut, shelter sensor gempa juga dipasang di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Wakatobi. Adm





