SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah akan mengurangi ekspor demi menekan harga masker yang saat ini meroket. Kenaikan harga masker di Indonesia terjadi pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjangkit virus corona.
BACA JUGA :
- Kafilah Muna Barat Raih Peringkat Ketujuh di MTQ Sultra 2026, Kabag Kesra : Tetap Belajar dan Belajar
- Jemaah Haji Asal Muna Barat Tampil dengan Busana Berwarna-warni Saat Tiba dari Tanah Suci
- Pulang dari Tanah Suci, 19 Jemaah Haji Asal Muna Barat Disambut Haru Keluarga di Masjid Al Muhajirin
- Envicare GenBI UHO: Dari Edukasi Hingga Galang Aksi Nyata Tanam Mangrove di Nambo
- 10 Balon Rektor UHO Adu Gagasan, Plt Rektor: Saatnya Pilih Pemimpin Terbaik Kampus
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mengurangi kuota ekspor masker demi menekan harga.
“Pemerintah nanti dengan (Kementerian) Perdagangan mengurangi ekspor daripada masker,” kata Airlangga di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).
Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan kenaikan harga masker karena banyak orang yang memborongnya.
“Jadi memang gini, itu kan banyak pikiran sekarang kita ketimpa virus corona yah, jadi situasi inilah,” kata Agus.
Selain mengurangi kuota ekspor, Agus mengaku akan memberikan instruksi kepada para produsen masker untuk meningkatkan jumlah produksinya untuk memenuhi kebutuhan.
“Kalau stok ini otomatis yang produksi kita suruh tingkatkan, memang mereka sedang proses memproduksi lebih banyak dari sebelumnya,” ujarnya.
“Ya kita mengimbau ya otomatis dengan diperbanyak produksi, otomatis akan turun dengan sendirinya,” tambahnya.
Sebelumnya, Pasar Pramuka di Jakarta Timur diserbu masyarakat sejak siang hingga sore hari ini. Pasar yang menjual alat kesehatan dan obat-obatan itu dipadati masyarakat yang memborong masker.
Harga masker pun langsung melonjak. Misalnya saja masker Sensi yang awalnya dijual Rp 25.000, sekarang harganya tembus Rp 300.000-380.000.
Seorang pedagang di Pasar Pramuka, Mahfud mengaku habis menjual 10 karton masker Sensi (400 box) hari ini.
“Sudah habis. 10 karton tadi sudah dibayar orang sekarang sudah di mobil,” ungkap Mahfud di Jakarta Timur, Senin (2/3/2020). Adm
Sumber : detik.com
Judul : https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4922455/tekan-harga-masker-pemerintah-mau-kurangi-ekspor




