SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kabupaten Muna bersiap menghelat pemilihan kepala daerah. Prosesnya akan digelar serentak medio 2020 bersama enam daerah lain di Sultra diantaranya adalah ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Kabupaten Buton Utara, Konawe Kepulauan, Wakatobi, Konawe Selatan, Kolaka Timur, dan Kabupaten Konawe Utara.
BACA JUGA :
- Harumkan Sultra, Atlet Asal Muna Barat Raih Juara II Kejuaraan Dunia Kun Khmer di Kamboja
- 30 Ribu Talenta SMK Unjuk Skill di Festival Vokasi Satu Hati 2026
- THM Dilarang Buka Saat Ramadan, Pengusaha Mbalelo Terancam Sanksi Tegas
- Buka Musda VII MUI Sultra 2026, Wagub Hugua Tekankan Sinergi Ulama–Pemerintah
- Kalla Toyota Borong 63 Penghargaan di Toyota Dealer Convention 2026
Menyusul penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Muna, PJ Sekda Muna yang baru saja dilantik, Drs Muhammad Djudul berkomitmen menjaga netralitas ASN di lembaga birokrasi dipimpinnya.

Sebagai pejabat daerah, Djudul menyatakan dirinya tentu saja tak lepas dari pantauan masyarakat serta pengawasan dari berbagai lembaga serta elemen masyarakat.
Untuk itu, ia menjamin amanah memimpin lembaga birokrasi Muna tak tergerus konflik kepentinhan Pilkada yang tengah berlangsung. Ia memastikan tetap berpedoman pada tupoksi utama sebagai jendral ASN yang netral dalam penyelenggaraan suksesi pemilihan kepala daerah.
“Semua ada rambu rambunya, Bawaslu tetap pada tugasnya yaitu mengawasi. Kita kerja saja sesuai dengan tupoksi,” jelasnya kepada wartawan Senin 9 Maret 2020.
Kata dia, kondusifitas selama penyelenggaraan pesta demokrasi adalah tanggung jawab bersama. Ia pun meminta semua kalangan turut berpartisipasi aktif menjaga proses Pilkada agar tak menimbulkan gesekan dan merugikan kelompok manapun.
“Kita akan koordinasi dengan para OPD mematikan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara lingkup Kabupaten Muna. Harusnya kedisiplinan berbanding lurus dengan kinerja. Kita harus bersikap responsif kepada masyarakat. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat cepat disikapi,” pungkasnya. Adm




