SULTRABERITA.ID, KENDARI – Sebanyak dua orang mahasiswa dinyatakan positif tertular Corona oleh Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Jumat 10 Juli 2020.
Calon mahasiswa baru ini menjadi bagian dari 8 kasus baru Corona yang diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Sultra hari ini. Total warga Sultra yang terinfeksi virus pun menjadi 507 kasus.
- Kemenhaj Muna Barat Berangkatkan Sembilan Belas Jemaah Calon Haji ke Tanah Suci via Bandara Sugimanuru
- Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari Ini Anjlok Semua
- Bantaran Kali Wanggu Akan Dibangun Tanggul Penahan Banjir, Wali Kota Siska Jamin Ganti Rugi Lahan
- Bantuan Beras 2,1 Kg Mulai Disalurkan ke Ribuan Korban Banjir di Kendari
- Waspada! Viral Sunscreen Palsu dengan SPF Rendah, Tingkatkan Risiko Kanker
Temuan mahasiswa yang terinfeksi Corona bersumber dari agenda rapid test yang digelar di Universitas Haluoleo pada 4 Juli lalu.
Mereka yang yang mengikuti program rapid test dalam rangka Ujian Tes Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (UTBK SBMPTN) UHO dengan hasil reaktif mengikuti tes diagnostik untuk memastikan transmisi virus.
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal, menyebut dua mahasiswa yang terkonfirmasi positif Corona masuk dalam tabulasi sebaran wabah Corona di Kabupaten Buton Selatan sebanyak 1 orang dan Buton 2 orang.
“Khusus dua dari Busel dan Buton adalah calon mahasiswa yang ikuti rapid tes reaktif. Di-followup dengan swab hasilnya positif,” ungkap Dokter Wayong, sapaan akrab.
Sementara itu, pasien positif lain diketahui berasal dari Kota Kendari yakni 1 orang dan Kota Baubau 3 orang.
Kabar Baik ! 22 Pasien Sembuh

Ada kabar baik disampaikan Dokter Wayong dalam update Corona hari ini. Sebanyak 22 pasien Covid-19 Sultra dinyatakan berhasil melawan infeksi virus berbahaya tersebut. Sehingga, akumulasi pasien sembuh menjadi 312 orang.
Mereka yang berhasil pulih terdata berasal dari Kolaka Utara 19 orang dan Kota Kendari 3 orang.
Sementara itu, yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit berjumlah 186 pasien. Pasien meninggal akibat Corona stagnan 9 pasien. Adm





