SULTRABERITA.ID, MUNA – Kelangkaan dan kenaikan harga utamanya sembilan bahan pokok (Sembako) ditengah pandemi Covid-19 menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Tak terkecuali warga Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.
BACA JUGA :
- Provinsi Sultra Catat 129 Hari Tanpa Guyuran Hujan, Baubau & Kolaka Terlama
- Wujudkan Program Sekolah Rakyat di Buteng, Ridwan Bae Ajak Doakan Prabowo
- Resmi Tersangka! Anak Buah Eks Gubernur Ali Mazi Pakai Seragam PNS Saat Digiring ke Mobil Tahanan
- Dilantik di Jakarta, Prof Takdir Saili Resmi Jabat Rektor UHO Periode 2026–2030
- Polisi Lepas Wanita yang Terciduk Wawali Beli Pertalite Berulang di SPBU Saranani, Dalih Tak Cukup Bukti
Mengantisipasi adanya lonjakan harga, Bupati Muna, LM Rusman Emba turun langsung memantau kondisi stok dan harga sembako di Pasar Laino Kabupaten Muna.
“Saya sudah hubungi Kapolres, kita akan melakukan kunjungan bersama,” jelas Rusman kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2020.
Orang nomor satu di Kabupaten Muna ini juga memastikan ketersediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat selang ancaman wabah virus Corona di daerah.
Termasuk jelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari. Ia berpesan masyarakat tak perlu khawatir akan stok sembako dan pangan di Muna.
Suami Yanti Setiawati ini juga menyatakan telah berkoordinasi dengan kepala desa, camat dan kepala puskesmas untuk melakukan pemantauan terhadap warga menyusul peningkatan arus mudik saat Ramadan.
“Nanti dilihat, mereka tetap dalam pemantauan. Kalau misalkan pemudik ini ada gejala seperti halnya Covid-19 segera diperiksakan,” tambahnya.
Ia bersyukur sejauh ini Kabupaten Muna masih berada di zona hijau kewaspadaan Covid-19 di Sultra.
“Hal ini berat, butuh kerjasama yang kuat antar semua pihak, semoga semua cepat berakhir,” tutup Rusman. Adm





