HEADLINENASIONAL

Bakamla: Indonesia Belum Siap Manfaatkan Laut Perbatasan

×

Bakamla: Indonesia Belum Siap Manfaatkan Laut Perbatasan

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengatakan, Indonesia belum siap memanfaatkan wilayah sendiri, termasuk sumber daya perikanan yang melimpah di laut perbatasan seperti Laut NatunaUtara atauLaut China Selatan.

Kondisi itu kerap memunculkan permasalahan kelautan yang kerap terjadi di wilayah perbatasan dengan negara-negara lain.

BACA JUGA :

“Kita [Indonesia] belum siap untuk melaksanakan atau memanfaatkan di wilayah kita sendiri,” kata Aan dalam sebuah diskusi yang dilakukan secara daring, Jumat (12/6).

Baca Juga :  Makna Hari Lahir Pancasila di Mata Legislator Golkar AJP

Dia mencontohkan, saat konflik antara China dan Indonesia mulai meletup, berbagai strategi telah dilakukan Indonesia agar wilayah yang masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Laut Natuna Utara itu tak ‘diacak-acak’ oleh negara tirai bambu itu. 

Diketahui China memang mengklaim wilayah perairan Natuna adalah wilayah milik mereka. Kapal-kapal nelayan China yang bahkan didampingi Coast Guard China berlayar di perairan itu. 

Mereka bahkan mengusir nelayan kecil Natuna yang tengah menangkap ikan. Insiden itu terjadi pada akhir 2019 hingga awal tahun 2020. 

Menurut Aan, pemerintah pun kemudian sepakat untuk memberangkatkan 30 nelayan Pantura dengan ukuran kapal 100-150 Gross Tone (GT) berlayar di Natuna dan memanfaatkan sumber daya perikanan di sana. Namun, tak sampai satu bulan para nelayan ini sudah minta pulang ke Pulau Jawa. 

Baca Juga :  ABG Pembawa Busur Akhirnya Dibui, Ditangkap Saat Mabuk

“Karena ada Covid-19 kemudian hasil tidak maksimal sehingga belum 30 hari nelayan ini sudah kembali pulang,” kata Aan. 

Di Natuna sendiri memang banyak nelayan karena sebagian besar mata pencaharian mereka adalah menangkap ikan. Hanya saja, para nelayan ini kata Aan adalah nelayan kecil yang menangkap ikan hanya untuk kebutuhan sehari-hari. 

Ukuran kapal milik mereka juga terbilang kecil, hanya berkisar 5-10 GT saja. Mereka juga tak memikirkan berlayar untuk jangka panjang atau usaha pemenuhN ekonomi dalam bentuk besar, sebaliknya mereka berlayar hanya untuk kebutuhan pokok saja. 

“Artinya apa? Nelayan kita belum siap untuk melawan nelayan asing yang sebetulnya di situ [Natuna] ada sumber daya ikan lah,” kata dia. 

Baca Juga :  Mendagri Teken SK Tiga PJ Bupati di Sultra, Mubar dan Busel Diluar Usulan Gubernur

Aan pun mengatakan, untuk menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan, ada hal utama yang harus dilakukan. Upaya tersebut terutama harus dilakukan di perbatasan sepertu Natuna yang memang kerap menyulut konflik lantaran banyak negara yang merasa berdaulat di wilayah itu.

Dia menegaskan saat ini sudah bukan saatnya hanya berpikir untuk larang dan cegah seperti terhadap nelayan dari Pulau Jawa yang melaut di sana hingga pembatasan alat tangkap tertentu. Sebaliknya menurut Aaan, Indonesia sudah saatnya memikirkan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya ikan.

“Kita jangan hanya larang dan atur, kita juga harus bisa memanfaatkan, ini yang belum dilaksanakan,” kata dia. Adm

Sumber : cnnindonesia.com
Judul : https://m.cnnindonesia.com/nasional/20200612144321-20-512669/bakamla-indonesia-belum-siap-manfaatkan-laut-perbatasan

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x