BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Berangsur Normal, Bandara Haluoleo Baru Terima Satu Flight Pengalihan Gegara Kasus Kabut Asap

×

Berangsur Normal, Bandara Haluoleo Baru Terima Satu Flight Pengalihan Gegara Kasus Kabut Asap

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Aktivitas penerbangan di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berangsur normal di tengah gangguan jarak pandang akibat kabut asap terjadi di Bandara Betoambari, Baubau. Bandara Haluoleo tercatat hanya melayani satu penerbangan pengalihan pendaratan (divert), yakni pesawat AirAsia dengan rute Makassar-Baubau.

Meski Sultra masih diliputi kabut asap, Humas Bandara Haluoleo Kendari, Nurlansyah, mengatakan operasional penerbangan di Bandara Haluoleo, Rabu (15/10/2026), tetap normal. Tidak ada keterlambatan penerbangan di bandara yang disebabkan oleh kasus kabut asap.

“Hari ini normal penerbangan, untuk alasan delay dikarenakan asap tidak ada,” ujar Nurlansyah saat diwawancarai, Rabu (15/10/2026).

Ia menjelaskan, satu-satunya penerbangan yang dialihkan ke Bandara Haluoleo merupakan pesawat Super Air Jet nomor penerbangan IU572 dengan rute Makassar-Baubau. Pengalihan pendaratan dilakukan karena jarak pandang di Bandara Betoambari, Baubau, mengalami penurunan akibat kabut asap.

Baca Juga :  Jamu Menteri Zulkfli Hasan di MTQ, ASR Klaim Penyaluran Beras SPHP Sultra Tertinggi Nasional

“Terkait penerbangan IU572 dengan rute Makassar–Bau-Bau yang melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandara Haluoleo, pengalihan tersebut dilakukan karena berkurangnya jarak pandang di Bandara Bau-Bau,” jelasnya.

Dengan demikian, Bandara Haluoleo berperan sebagai bandara alternatif untuk pendaratan pesawat yang mengalami kendala di bandara tujuan. Gangguan jarak pandang yang memicu pengalihan tersebut terjadi di Bandara Betoambari, bukan di Bandara Haluoleo.

Sebelumnya, kabut asap sempat terpantau di kawasan Bandara Haluoleo berdasarkan laporan meteorologi penerbangan (METAR), Selasa (13/10/2026) pukul 10.00 WITA. Sesuai laporan tersebut, jarak pandang tercatat mencapai 3.000 meter atau 3 kilometer, disertai fenomena asap (smoke).

Laporan meteorologi itu turut mencatat kecepatan angin yang sangat lemah, yakni 1 knot, dengan suhu udara 31 derajat Celsius dan suhu titik embun 24 derajat Celsius. Awan tersebar pada ketinggian sekitar 1.500 kaki.

Baca Juga :  Asian Games 2026 Gratis di IndiHome, Saksikan Perjuangan Indonesia dari Rumah

Berdasarkan informasi AirNav Indonesia Kantor Cabang Kendari, batas minimum jarak pandang untuk pendekatan dan pendaratan menggunakan fasilitas Instrument Landing System (ILS) yang diinformasikan berada pada angka 2.100 meter atau 2,1 kilometer. Dengan jarak pandang 3.000 meter, kondisi di Bandara Haluoleo saat itu masih berada 900 meter di atas ambang minimum tersebut.

Meski demikian, jarak pandang yang melampaui batas minimum tidak otomatis menjamin seluruh penerbangan dapat beroperasi tanpa kendala. Keputusan operasional tetap mempertimbangkan kondisi cuaca terkini, prosedur pendekatan yang digunakan, kesiapan fasilitas navigasi, serta persyaratan keselamatan pesawat dan landasan pacu.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Haluoleo, Denny Ariyanto, sebelumnya menegaskan bahwa pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang terus dilakukan bersama AirNav Indonesia dan pihak terkait.

Baca Juga :  KKJ Sultra Kecam Keras Kadispar Ridwan Badallah yang Sebut Wartawan Idiot

“Kami terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di Bandara Haluoleo serta berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan pihak terkait. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap keputusan operasional dilaksanakan berdasarkan kondisi aktual dan ketentuan keselamatan penerbangan yang berlaku,” ujar Denny dalam keterangan resmi Bandara Haluoleo.

Merujuk laporan METAR tersebut, tercantum kode NOSIG, yang berarti tidak diperkirakan terjadi perubahan cuaca signifikan dalam periode prakiraan yang ditentukan. Kendati demikian, kondisi cuaca dan jarak pandang tetap perlu dipantau karena dapat berubah sewaktu-waktu.

Pihak Bandara Haluoleo mengimbau masyarakat, khususnya calon penumpang, untuk memeriksa informasi jadwal dan status penerbangan melalui maskapai masing-masing maupun kanal informasi resmi bandara. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!