SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemprov Sultra melalui Dinas Kesehatan Sultra tengah menyiapkan tabung isolasi (Isolation Chamber) guna menjamin keselamatan tenaga medis yang menangani pasien Corona di Bumi Anoa.
Sementara ini baru satu unit isolation chamber yang tiba di Sultra. Perangkat medis khusus Corona tersebut kini disimpan di Posko Terpadu Gugus Tugas Covid -19 Sultra.
Alat itu selanjutnya akan dipergunakan di RSUD Bahteramas guna melengkapi fasilitas penanganan pasien Corona.
BACA JUGA :
- Pemkot Kendari Target 55 Ribu Siswa SD-SMP Punya Rekening Tabungan, Bidik Kejar Award OJK 2026
- Jadwal Daftar KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri dan Syarat Penerimanya
- Dua Lurah & Satu ASN di Kendari Jalani Sidang Etik Usai Viral Pesta Miras Bersama Wanita BO
- Harga Buah Impor Makin Mahal Gara-gara Rupiah Amblas
- Angkat Potensi Sagu & Daun Bakau, Tim UHO Raih Juara III National Business Plan Competition 2026 di UNY
Adanya tabung isolasi ini bakal mengurangi risiko para nakes tertular virus karena kontak langsung dengan para pasien Covid-19 di rumah sakit.
Isolation Chamber, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr Andi Hasnah SpAn, Sabtu 25 April 2020, tidak hanya diperuntukkan bagi rumah sakit di Kota Kendari yang paling banyak menangani pasien Corona.
Melainkan seluruh kabupaten kota di Sultra turut mendapat pembagian perangkat medis tersebut.

“Tabung isolasi ini dipesan langsung di Jakarta. Alat tersebut akan didistribusikan ke 17 kabupaten dan kota yang ada di Sultra. Ada 20 unit yang dipesan untuk dibagi ke daerah. Semoga cepat tiba,” jelasnya.
Ia mengatakan kendala transportasi dan atrean pemesanan yang cukup panjang menyebabkan alat tersebut lambat sampai di Sultra.
“Satu bulan lalu dipesan, berhubung pemberlakuan penghentian sementara semua maskapai penerbangan komersil, juga karena antrian pemesanan,” ujarnya.
“Kendala karena alat ini baru diciptakan sehingga banyak yang memesannya. Kita sendiri memesan sudah satu bulan yang lalu dan sekarang baru tiba di Sultra. Tapi ini nanti kita akan koordinasi dengan TNI/Polri,” sambung mantan Ketua IDI Sultra itu panjang lebar.
Aplikasi alat Isolation Chamber pasien yang bakal diperiksa masuk dalam tabung isolasi yang mirip tandu atau peti transparan.
Bilik transparan dilengkapi empat sarung tangan pelindung bagi dokter maupun nakes untuk memeriksa satu per satu pasien yang berbaring di dalam tabung.
Keberadaan Isolation Chamber pun secara efektif menekan penggunaan APD yang jumlahnya terbatas.
“Pasien ada di dalam tabung. Pemeriksaan dilakukan tanpa melakukan kontak langsung dengan pasien suspect maupun positif Covid-19,” jelasnya lagi. Adm




