SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kapolsek Ranomeeto, AKP Dedy Hartoyo membantah adanya penutupan akses jalan di gerbang masuk perbatasan Ranomeeto-Kendari. Blokade jalan sebagaimana banyak beredar di publik merupakan informasi hoax.
BACA JUGA :
- Indosat Resmi Buka Gerai Pertama di Kota Kendari: Layani IM3, Tri hingga Indosat HiFi dalam Satu Lokasi
- GenBI UHO Bina Desa 2026 di Ambalodangge, Dorong Digitalisasi UMKM & Pertanian Berkelanjutan
- Eks Gubernur Sultra Nur Alam Merapat ke Jokowi, Umumkan Alasan Gabung ke PSI
- Pilrek UHO 2026: 10 Kandidat Lolos Tahap Selanjutnya, Prof Azhar Bafadal Gugur
- Pemkot Kendari Target 55 Ribu Siswa SD-SMP Punya Rekening Tabungan, Bidik Kejar Award OJK 2026
Hilir mudik kendaraan dan orang masih diperbolehkan. Namun, ada kebijakan pemberlakukan sistem pengawasan dan pencegahan menyusul pandemi Corona di Sultra.
Adanya sekat di badan jalan yang dibuat dalam rangka pemeriksaan dan sterilisasi kendaraan menggunakan cairan disinfektan bagi kendaraan yang hendak masuk atau keluar dari Kota Kendari.
Aturan ini, kata dia akan diberlakukan mulai besok pagi pukul 09.00 Wita. Tak hanya itu saja, pihaknya juga akan melakukan pendataan warga yang masuk maupun keluar dari Kota Kendari melalui gerbang Ranomeeto Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.
“Penutupan belum ada. Besok direncanakan dari Pemkot Kendari Forkopimda dan Camat Ranomeeto akan lakukan pengawasan. Bukan penutupan akses keluar. Dibuat sekat agar mudah diawasi yang lalu lalang. Kendaraan akan disemprotkan disinfektan,” jelas Dedy, Selasa 31 Maret 2020.
Kata dia, mengacu imbauan Walikota Kendari, Sulkarnain, sterilisasi kendaraan dibarengi pengukuran suhu tubuh bagi mereka yang melalui jalur perbatasan tersebut. Kebijakan tersebut resmi diberlakukan Rabu 1 April 2020.
“Yang siaga ada dari tenaga kesehatan, melibatkan TNI Polri. Belum ada info penutupan jalan. Itu hoax. Hanya pengawasan di jalur perbatasan yang diperketat karena Ranomeeto ini kan akses masuk orang luar dari Bandara Haluoleo,” pungkasnya. Adm




