SULTRABERITA.ID, KENDARI – Puasa Ramadan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Tapi hal ini dengan catatan, Anda tetap memperhatikan pola makan dan nutrisinya. Jika sebaliknya, gula darah hingga berat badan bisa mengalami kenaikan.
Di Indonesia, puasa di bulan Ramadan biasanya berlangsung sekitar 12 jam, sejak matahari terbit hingga terbenam. Dalam periode itu, tidak ada asupan makanan atau minuman ke dalam tubuh. Sebab itu, tubuh akan memanfaatkan cadangan karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi.
BACA JUGA:
- Pemkot Kendari Target 55 Ribu Siswa SD-SMP Punya Rekening Tabungan, Bidik Kejar Award OJK 2026
- Jadwal Daftar KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri dan Syarat Penerimanya
- Dua Lurah & Satu ASN di Kendari Jalani Sidang Etik Usai Viral Pesta Miras Bersama Wanita BO
- Harga Buah Impor Makin Mahal Gara-gara Rupiah Amblas
- Angkat Potensi Sagu & Daun Bakau, Tim UHO Raih Juara III National Business Plan Competition 2026 di UNY
Beberapa cara melakukan puasa sehat di antaranya
- Pastikan kebutuhan cairan tercukupi
Saat puasa maupun tidak, kebutuhan tubuh akan cairan tetap sama. Namun dengan jeda selama 12 jam tidak mendapatkan cairan, artinya asupan cairan harus diatur saat sahur, buka puasa, dan menjelang tidur. Pastikan asupan cairan tetap mencukupi dan tidak berlebih, karena terlalu banyak minum air putih juga tidak baik. - Hindari minuman dengan pemanis
Selain memastikan tubuh terhidrasi dengan baik, sebaiknya beri asupan cairan dalam bentuk air putih. Saat buka puasa, biasanya orang menginginkan minuman manis. Di sinilah tantangannya, bagaimana agar tidak terbiasa minum manis setiap hari selama 30 hari. Alternatifnya, minumlah dengan pemanis alami dari madu. Dengan demikian, tubuh tidak akan mendapat terlalu banyak asupan gula hanya dari minuman saja. - Tidak berlebihan saat berbuka puasa
Ingat, saat berbuka puasa bukanlah saat “balas dendam”. Artinya, jangan sampai ketika azan Magrib berkumandang langsung makan sepiring penuh dengan lauk pauk yang digoreng atau diproses berlebihan. Justru, asupan itu bisa menyebabkan kolesterolhingga tekanan darah tinggi.
Buka puasa sehat adalah membatalkan terlebih dahulu dengan minuman manis atau kurma, lalu memanfaatkan jeda untuk salat. Kemudian, baru mengonsumsi makan malam setelah salat Magrib agar pencernaan tidak kaget.
4. Pilih menu sahur yang tepat
Mengonsumsi sepiring penuh nasi dengan lauk pauk saat sahur bisa jadi sekilas terlihat “mengenyangkan”, namun tidak untuk sistem pencernaan. Justru, sistem pencernaan harus bekerja keras untuk mengolahnya dan berakhir dengan munculnya rasa lapar lebih cepat. Untuk itu, pilih menu sahur yang tepat demi puasa sehat. Pilih makanan yang kaya serat, gandum utuh, yogurt, buah, dan sayuran. Jenis menu tersebut akan jauh lebih mengenyangkan dan mencukupi kebutuhan energi sepanjang hari.
5. Tetap aktif bergerak
Berpuasa bukan berarti mengurangi aktivitas fisik sepenuhnya. Justru, sebaiknya tetap bergerak dan beraktivitas fisik seperti biasa namun dengan intensitas ringan. Hal ini akan membuat tubuh lebih siap beradaptasi dengan siklus saat berpuasa. Adm
Sumber: tempo.co
Judul: https://cantik.tempo.co/read/1334622/puasa-tetap-sehat-pilihan-menu-sahur-tepat-dan-cukup-cairan/full?view=ok




