BERITA TERKININASIONALPOLITIK

Tata Cara Mencoblos yang Sah di Pemilu 2024 Sesuai Peraturan KPU

×

Tata Cara Mencoblos yang Sah di Pemilu 2024 Sesuai Peraturan KPU

Sebarkan artikel ini
Foto: Ist

LAJUR.CO, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan ketentuan cara mencoblos peserta Pemilu 2024 yang sah, mulai dari DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden.

Tata cara itu diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 25/2023 tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara dalam Pemilu.

1. Pilpres
Dalam Pasal 53 dijelaskan suara untuk pemilu presiden dan wapres dinyatakan sah jika surat suara ditandatangani oleh ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Selain itu, pemilih bisa menempatkan tanda coblos pada nomor urut, foto, nama salah satu pasangan calon, tanda gambar partai politik, dan/atau gabungan partai politik dalam surat suara.

2. Pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD
Sama seperti pilpres, surat suara pada pemilihan anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD harus a ditandatangani oleh ketua KPPS. Hal itu diatur dalam Pasal 53 Ayat 2.

Baca Juga :  HNSI Sultra Paparkan Potensi Budidaya Maggot Penuhi Tingginya Kebutuhan Pakan Ikan

Adapun tanda coblos bisa diletakkan pada nomor atau tanda gambar partai politik dan/atau nama calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota berada pada kolom yang disediakan.

3. Pemilu anggota DPD
Sebagaimana Pasal 53 ayat 3, surat suara pemilihan anggota DPD harus ditandatangani oleh ketua KPPS; dan tanda coblos terdapat pada kolom 1 (satu) calon perseorangan.

– Bagaimana jika dua kali mencoblos?

Komisioner KPU Idham Holik menyebut tanda coblos lebih dari satu yang dibuat oleh pemilih sah jika dibubuhkan pada kotak paslon/peserta pemilu yang sama. Selain itu, pemilih juga mencoblos dengan alat yang telah disediakan oleh KPPS.

Baca Juga :  Penggunaan Hak Pilih di TPS, Ini Bedanya Pemilih DPT, DPTb dan DPK

“Dalam kotak peserta pilpres atau paslon yang sama itu sah. Prinsipnya di dalam kolom yang sama,” kata Idham kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/2).

Idham mengatakan hal itu mengacu pada Pasal 53 ayat 4 huruf b PKPU 25/2023. Berikut bunyinya:

“Tanda coblos lebih dari 1 (satu) kali pada 1 (satu) kolom pasangan calon yang memuat nomor urut, foto pasangan calon, nama pasangan calon, atau tanda gambar partai politik, dinyatakan sah untuk pasangan calon yang bersangkutan.”

Baca Juga :  Sekda Asrun Lio Rilis Capaian Kerja Andap Budhi Revianto Selang Tiga Bulan Nahkodai Sultra

Kemudian, diperjelas pada huruf d:

“Dalam hal terdapat tanda coblos pada 1 (satu) kolom pasangan calon yang tembus secara garis lurus sehingga terdapat dua atau lebih hasil pencoblosan
yang simetris dari lipatan surat suara, dan tidak mengenai kolom pasangan calon lain, dinyatakan sah untuk pasangan calon yang bersangkutan.”

Idham meyakini pemilih tidak akan melakukan hal iseng, sehingga mencoblos di luar ketentuan itu. Sebab, waktu pencoblosan juga berlangsung secara singkat.

“Siapa yang akan iseng? Nyoblos berapa lama sih? prinsipnya di dalam kolom yang sama. Prinsipnya selama menggunakan alat coblos yang disediakan itu enggak apa-apa,” ujarnya. Adm

Sumber : CNNIndonesia.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x