SULTRABERITA.ID, KENDARI –
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kasus kanker payudara di Indonesia mencapai 58.256 kasus pada 2018. Ini merupakan kasus kanker terbanyak sebelum kanker serviks yang mencapai 32.469 kasus.
Kanker payudara diketahui menjadi momok paling menakutkan bagi kaum hawa.
Penyakit kanker payudara bisa dipicu oleh kebiasaan pola hidup dan makan yang tidak sehat.

BACA JUGA :
- Pasca Kasus AMG Pantheon, OJK Sultra Masifkan Edukasi Keuangan di Kepulauan Buton
- RI Umumkan Arab Saudi Tak Keluarkan Visa Haji Furoda 2026
- Jadi Favorit Gen Z & Milenial, Toyota Raize Dominasi Pasar di Awal 2026
- IAIN Kendari Masuk Peringkat Kedua Kampus Terbaik Versi Webometrics 2026
- Viral! Warga Rekam Penampakan Cahaya Berekor di Langit Sultra
Salah satu kebiasaan buruk yang tanpa disadari memicu munculnya kanker payudara adalah membungkus makanan panas dengan kantong plastik.
Terkini, kepala pusat kanker payudara di Rumah Sakit Memorial Shin Kong Wu Ho-Su, Zheng mengungkap kebiasaan membeli makanan panas kemudian dibungkus ke kantong plastik merupakan salah satu kemungkinan penyebab kanker payudara.
Panas dari makanan di kantong plastik dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia berbahaya. Kemudian bahan kimia tersebut terserap ke dalam makanan yang kita konsumsi.
Dilansir World of Buzz, salah satu bahan kimia berbahaya adalah Bisphenol A (BPA). BPA merupakan estrogen sintetik yang dapat menganggu hormon tubuh dan membuat hormon-reseptor-positif kanker payudara berkembang dan tumbuh dalam tingkat paparan tertentu.
Berbagai penelitian telah dilakukan mengenai hal ini, tetapi penelitian ini tidak konklusif karena beberapa penelitian megatakan BPA dapat menyebabkan kanker payudara. Sedangkan penelitian lain mengatakan BPA bukanlah karsinogen.
Namun, terlepas dari ini, Zheng mengimbau untuk lebih berhati-hati dalam mencampurkan plastik dengan makanan panas. Oleh karenanya, lebih baik membawa wadah sendiri saat membeli makanan.
Tak hanya itu, Zhen juga menyarankan masyarakat untuk selalu melakukan pemeriksaan payudara setiap bulan dan melakukan mammogram rutin setiap tahun.
Sumber : Suaradotcom.




