?>
BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Warga Kendari Ngeluh QR Code Pertalite Dipakai Orang Lain, Pertamina Imbau Segera Reset

×

Warga Kendari Ngeluh QR Code Pertalite Dipakai Orang Lain, Pertamina Imbau Segera Reset

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Sejumlah warga Kendari mengeluhkan QR Code BBM bersubsidi, khususnya Pertalite, yang diduga digunakan oleh pihak lain. Menanggapi persoalan tersebut, Pertamina mengimbau konsumen segera melakukan reset QR Code untuk mencegah penyalahgunaan berlanjut.

Imbauan itu disampaikan Sales Branch Manager (SBM) Sultra II Fuel, Didi Rushadi, saat Pertamina bersama Komisi I, II dan III DPRD Kota Kendari melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU di Kota Kendari, Senin (21/9/2026).

Saat Sidak berlangsung, petugas memeriksa kesesuaian nomor polisi (nopol) kendaraan dengan QR Code yang digunakan ketika membeli BBM bersubsidi, terutama Pertalite.

Didi menegaskan, konsumen tidak perlu panik apabila mendapati barcode miliknya telah digunakan orang lain. QR Code tersebut dapat dinonaktifkan melalui fitur reset sehingga kode lama tidak lagi dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berkepentingan.

“Apabila ada barcode milik konsumen yang digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab atau orang lain, konsumen bisa melakukan reset QR Code melalui aplikasi MyPertamina atau web Subsidi Tepat MyPertamina,” ujar Didi kepada awak media.

Baca Juga :  Acesso Cazeus Sua Jornada de Sorte Começa Aqui

Pertamina Minta Konsumen Amankan QR Code

Menurut Didi, edukasi mengenai penggunaan QR Code BBM bersubsidi telah dilakukan Pertamina secara berkala sejak program Subsidi Tepat berjalan pada 2023–2024.

Penyampaian informasi dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial Pertamina seperti Instagram dan WhatsApp. Edukasi juga diberikan secara langsung kepada pengelola SPBU, mulai dari manajer, pengawas hingga operator.

“Yang kedua kita lakukan sosialisasi langsung ke seluruh SPBU, baik pengawas, manajer maupun operator dan itu diturunkan di briefing setiap pagi,” katanya.

Ke depan, Pertamina akan memperkuat penyampaian informasi kepada konsumen dengan memasang spanduk di sejumlah SPBU. Materi tersebut akan memuat langkah yang dapat ditempuh masyarakat apabila QR Code miliknya diketahui telah digunakan pihak lain.

Baca Juga :  Pertamina Bawa PGTC 2026 ke Kampus UHO, Ajak Mahasiswa Kenali Industri Energi

Selain itu, SPBU juga menyediakan booth layanan Subsidi Tepat yang dapat dimanfaatkan konsumen ketika menghadapi kendala terkait QR Code.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan maupun ingin menyampaikan pengaduan juga dapat menghubungi layanan Pertamina 135.

QR Code Harus Sesuai dengan Nomor Polisi Kendaraan

Didi mengingatkan konsumen agar selalu menggunakan QR Code yang terdaftar sesuai nomor polisi kendaraan ketika melakukan transaksi BBM bersubsidi.

Ia menekankan, QR Code tidak boleh digunakan secara sembarangan pada kendaraan yang berbeda dari data pendaftaran.

“Jangan sampai QR Code mirip orang lain, tapi mobil yang dibawa juga berbeda. Karena hal itu tentunya tidak bisa dilayani di SPBU,” jelasnya.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi sesuai dengan ketentuan dan data kendaraan yang telah terdaftar.

Pertamina Pastikan Stok BBM Kendari Aman

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pertamina turut memastikan ketersediaan stok BBM serta kelancaran distribusi ke seluruh SPBU di Kota Kendari.

Baca Juga :  Antrean BBM Parah, Pertamina Pusat Turun Pantau di SPBU Kendari

Didi menyebut pengaturan operasional SPBU maupun depo dilakukan untuk menjaga proses penyaluran tetap berjalan. Produk BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dexlite juga dipastikan tersedia sebagai alternatif bagi masyarakat.

Dari sisi pelayanan, Pertamina melakukan penyesuaian penggunaan nozzle guna menambah kapasitas pelayanan Pertalite ketika kebutuhan meningkat.

Dalam kondisi tertentu, nozzle yang sebelumnya digunakan untuk produk Pertamax dapat dialihkan sementara untuk melayani Pertalite. Namun, perubahan fungsi tersebut tetap harus melalui pemeriksaan teknis dan mempertimbangkan aspek keselamatan.

“Jangan sampai kita terburu-buru mengganti secara teknis, ternyata secara aspek keamanan perlu dikaji ulang dan itu berpotensi berisiko. Jadi hal itu yang perlu kita pastikan supaya penambahan nozzle ini secara teknis juga aman dan nyaman bagi konsumen,” pungkas Didi.

Laporan: Ika Astuti

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>