SULTRABERITA.ID, KENDARI – Satu pasien Corona meninggal asal Kota Baubau diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Jumat 2 Juli 2020, menambah panjang daftar korban wabah Covid-19 di Sulawesi Tenggara. Kini, 7 orang dinyatakan tutup usia lantaran terpapar Coronavirus.
BACA JUGA :
- Keluh Penjual Bendera HUT RI: Omset Terjun Bebas, Dari Jutaan Perhari Kini Tak Sampai Rp100 Ribu
- Aqila dan Elvira, Wajah Pembawa Baki Bendera HUT RI di Kota Kendari
- Siap-siap! BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau di Sultra Berlangsung September Mendatang
- UGM, Indosat, NVIDIA, dan Kemkomdigi Resmikan Pusat Riset AI Pertama di Indonesia
- Shadow Economy Sultra Diperkirakan 40 Persen, OJK Soroti Potensi Bias Pertumbuhan Ekonomi
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal mengatakan pasien meninggal berusia 53 tahun sebelumnya masih berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan)di RSUD Kota Baubau.
Saat meninggal dunia dini hari pada 1 Juni 2020, pasien masih menyandang status PDP karena uji swab di RSUD Bahteramas yang belum keluar.
Malangnya, dalam proses menanti hasil tes diagnostik ini pasien tutup usia di RSUD Kota Baubau.
Beberapa jam pasca-pasien meninggal barulah hasil pemeriksaan swab tenggorok melalui pemeriksaan TCM (Tes Cepat Molekuler) dirilis.
“Keluar (hasil uji swab) sore kemarin. Jadi belum sempat masuk dalam data update kemarin. Pasien sebelum meninggal sudah uji swab baru dikirim ke RS Bahteramas. Dalam perjalanan meninggal,” jelas Dokter Wayong.
Pasien diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta lain atau komorbid yakni diabetes alias gula dan hipertensi. Adanya virus Corona memperparah kondisi pasien hingga akhirnya meninggal dunia.
Sebagai informasi, hari ini Gugus Tugas Covid-19 Sultra mengumumkan 59 kasus baru corona, 12 pasien sembuh plus satu pasien meninggal dunia. Akumulasi pasien Covid-19 di Sultra kini menjadi 474 orang. Adm



