SULTRABERITA.ID, KENDARI – Juru Bicara Kasus Virus Corona, Achmad Yurianto resmi mengumumkan tiga warga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) positif terjangkit COVID-19.
BACA JUGA :
- Disparekraf Spill Lima Spot Wisata ‘Low Budget’ di Kota Kendari yang Menarik Dikunjungi Saat Libur Sekolah
- SPMB Sultra 2026 Dibuka 22 Juni, Dikbud Siapkan 44.532 Kursi SMA untuk Calon Murid Baru
- Bahtra Banong Kena Sentil Netizen, Bawa-bawa Nama Sultra Bela Mati Program MBG
- Live Instagram OJK Sultra – Bank Sultra: Bagikan Tips Cek Rekam Jejak Kredit Lewat SLIK
- Hati-hati, 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Berisiko Picu Kanker
Tiga warga yang terjangkit virus Corona sekaligus menjadi kasus COVID-19 pertama ditemukan di Bumi Anoa sebagaimana dirilis pemerintah pusat, Rabu 19 Maret 2020.
“Sulawesi Tenggara tiga kasus baru (positif corona). Akumulasi tiga kasus (Corona),” ucap Achmad Yurianto.
Belum diketahui pasti asal kabupaten warga yang telah dinyatakan positif terpapar Corona
Bersamaan dengan itu, Yurianto turut mengumumkan jumlah warga Provinsi Sulawesi Selatan terjangkit virus corona sebanyak 2 kasus baru.
“Sulawesi Selatan dua kasus baru. Sehingga akumulasi dua kasus,” ujarnya saat siaran pers.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, dr Andi Hasnah, belum bisa dikonfirmasi terkait temuan baru kasus positif corona di Sultra saat dihubungi via teleponnya, Kamis 19 Maret 2020.
Sebagai informasi, dalam gelaran rakor di Polda Sultra, Dinkes Sultra merilis total 172 orang yang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Bumi Anoa sejak 17 Maret 2020.
Dari jumlah itu, Kabupaten Kolaka Utara menjadi daerah dengan jumlah ODP Corona tertinggi berjumlah 52 orang.
Disusul Kabupaten Konawe sebanyak 59 orang. Berikutnya adalah Kabupaten Kolaka Timur dengan total 21 orang.
Sisanya tersebar di Kabupaten Bombana (6 orang), Kabupaten Muna (2 orang), Kabupaten Wakatobi (2 orang) dan Kota Baubau (1) orang.
Sementara jumlah pasien dalam pengawasan suspect corona berjumlah 9 orang. Sebanyak 4 orang dinyatakan sehat sementara sisanya 5 orang masih menjalani observasi. Adm




