BERITA TERKINIDAERAHHEADLINEKESEHATAN

Terjangkit dari Kasus Ambon, Pemkab Muna Ngotot ‘Tutupi’ Data Tujuh Warganya Yang Positif Corona

×

Terjangkit dari Kasus Ambon, Pemkab Muna Ngotot ‘Tutupi’ Data Tujuh Warganya Yang Positif Corona

Sebarkan artikel ini

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Kabupaten Muna mencatat lonjakan tertinggi kasus baru pasien positif Corona di Sultra. Data Gugus Tugas Covid-19 Sultra, pasien konfirmasi positif Corona berjumlah 7 orang.

Pulau Jati ini langsung menempati urutan pertama jumlah kasus baru tertinggi pasien konfirmasi positif Corona di Bumi Anoa setelah Kota Kendari dengan catatan 2 pasien kasus baru hari.

Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Muna sendiri hingga kini menutup rapat data tujuh warganya yang terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona.

Apakah ketujuh orang positif telah dievakuasi ke ruang isolasi rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri, tidak ada penjelasan resmi. Termasuk tata laksana penanganan pasien Covid yang diterapkan terhadap tujuh orang tersebut.

Alhasil, tim Gugus Tugas Covid-19 Sultra pun hanya bisa membeber jenis kelamin dan umur pasien positif Corona.

Dimana kecamatan persis tak diinformasikan jelas oleh Gugus Tugas Covid-19 Muna.

BACA JUGA :

Baca Juga :  Ada 1.312 Investor Saham Baru di Sultra Awal Tahun ini

Yang pasti, kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, semua pasien baru berdiam di Ibu Kota Muna, Kota Raha.

“Perempuan 57 tahun, laki-laki 43 tahun, perempuan 54 tahun, laki-laki 64, laki-laki 38 tahun, perempuan 57 tahun, perempuan 32 tahun. Pasien 3-9 domisili Kabupaten Muna,” ujar Jubir GT Covid-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal saat rilis data pasien Corona Sultra, Minggu 19 April 2020.

Informasi dihimpun Sultraberita.id, hingga kini belum ada data rinci disampaikan ke publik inisial maupun domisili warga Muna yang terpapar Corona. Termasuk pada ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Privinsi Sultra.

Dihubungi Sultraberita.id, via sambungan telepon selularnya, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra, dr La Ode Ahmad Wahid Agigi belum merespon.

Lebih jauh, salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan Kabupaten Muna sangat tertutup mengenai data Corona.

Hal ini bahkan sempat membuat tim dokter ‘kesulitan’ dan tarik ulur saat uji swab tenggorok karena pihak Gugus Tugas setempat meminta agar proses tes diagnostik (swab tenggorok) tidak melampirkan data rinci nama pasien.

Enam Positif Corona Muna Dari Cluster Ambon, 1 Pasien Berdiri Sendiri

Dari tujuh warga Muna dinyatakan positif Corona, enam kasus diantaranya terjangkit dari pasien positif Corona asal Saparua, Ambon yang sempat melakukan perjalanan ke Muna. Persisnya pada medio Maret lalu.

Baca Juga :  Lepas Masker di Tempat Terbuka, Penghapusan Syarat PCR, dan Langkah Menuju Endemi Covid-19

Enam pasien dimaksud ialah pasien perempuan 57 tahun, laki-laki 43 tahun, laki-laki 64, laki-laki 38 tahun, perempuan 57 tahun dan perempuan 32 tahun.

Sementara perempuan 54 tahun diketahui punya riwayat perjalanan dari Jawa sebelum akhirnya dinyatakan positif Corona.

Sebagaimana dirilis Sultraberita.id, beberapa warga Ambon yang terkonfirmasi positif Corona sempat berkunjung ke Muna menghadiri sebuah acara keluarga di Raha Kabupaten Muna 14 Maret 2020. Usai dari Muna, setiba di Ambon mereka dinyatakan positif Corona.

Tanggal 7 April 2020, Tim Gugus Tugas Covid-19 dilaporkan melakukan rapid test. Hasilnya lima orang dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil deteksi cepat virus tersebut.

Terbaru, 18 warga Muna positif Corona setelah dilakukan rangkaian rapid test. Keseluruh pasien yang dinyatakan positif Corona ini kemudian menjalani tes Swab Tenggorok.

Dokter Wayong sapaan Jubir Covid-19 Sultra belum bisa memastikan apakah seluruh sampel uji swab tenggorok asal Muna yang dikirim ke BBLK Makassar telah dirilis keseluruhan menyusul masuknya laporan konfirmasi positif Corona di Sultra hari ini.

Sementara itu, total ada 9 kasus baru konfirmasi positif Corona di Sultra. Dimana 7 kasus berasal dari Muna sementara sisanya 2 kasus dari domisili Kota Kendari.

“Terjadi peningkatan eskalasi Corona, diharapkan lebih tingkatkan surveylans dengan risiko kontak erat, melakukan perjalanan dan orang tanpa gejala untuk memutuskan mata rantai. Diingatkan ikuti imbauan disampaikan pemerintah soal pencegahan Covid-19,” pesan Dokter Wayong.

Baca Juga :  Sultra Belum Siap Terapkan Kebijakan Ganti Pelat Kendaraan Hitam ke Putih

Muna Juara Dua Kasus Corona Setelah Kendari

Kabupaten Muna langsung menempati urutan kedua dengan jumlah warga terpapar Corona tertinggi setelah Kota Kendari.

Kota Kendari sendiri terus memperlihatkan trend kenaikan angka positif corona. GT Covid-19 Sultra mencatat kini data jumlah warga Kota Lulo terpapar Corona mencapai 23 pasien dengan rincian 17 pasien dirawat di ruang isolasi, 4 pasien sembuh, 2 dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, urutan ketiga sebaran Corona terbanyak adalah Kabupaten Konawe dengan 3 pasien positif Covid-19.

Urutan keempat jumlah pasien positif Corona tertinggi ditempati oleh Kabupaten Kolaka Utara dengan 2 orang terkonfirmasi terjangkit Coronavirus.

Terakhir, Kolaka dengan kasus konfirmasi virus Corona sebanyak 1 orang.

Hingga kini, Gugus Tugas Covid-19 Sultra merangkum sebanyak 36 kasus pasien positif Corona. Dimana 30 pasien dalam pemantauan tim medis, 4 orang dinyatakan sembuh dan 2 pasien meninggal dunia di ruang isolasi RSUD Bahteramas.

Berikut, kasus PDP (Pasien dalam Pengawasan) sebanyak 14 kasus, ODP (Orang Dalam Pemantauan) sebanyak 279 orang dan OTG (Orang Tanpa Gejala) sebanyak 99 orang. Adm

Berikut data lengkap sebaran virus Corona 17 kabupaten/kota di Sultra berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Minggu 19 April 2020.











0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x