BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

PT Vale Buka Peluang Pengusaha Lokal Kolaka Masuk Rantai Pasok IGP Pomalaa, Gaet 9 Asosiasi

×

PT Vale Buka Peluang Pengusaha Lokal Kolaka Masuk Rantai Pasok IGP Pomalaa, Gaet 9 Asosiasi

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KOLAKA – Pelaku usaha lokal di Kabupaten Kolaka mendapat peluang lebih luas untuk terlibat dalam rantai pasok proyek industri nikel PT Vale Indonesia Tbk. Melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Vale Indonesia mulai memperkuat akses pengusaha daerah dengan menyosialisasikan mekanisme prakualifikasi vendor lokal.

Sosialisasi berlangsung di Gedung Serbaguna Hotel Sutan Raja, Kabupaten Kolaka, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha dari lima wilayah pemberdayaan IGP Pomalaa, yakni Kecamatan Tanggetada, Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Kolaka.

Sebanyak sembilan asosiasi pengusaha turut dilibatkan agar informasi mengenai persyaratan dan mekanisme menjadi vendor Vale Indonesia dapat dipahami secara merata oleh anggotanya.

Baca Juga :  Dies Natalis UHO ke-45 Jadi Ajang Reuni Mantan Rektor, Tiga Calon Rektor Kompak Nyanyi Bareng

Head of Pomalaa Project Vale Indonesia, Mohammad Rifai, mengatakan pelibatan pengusaha lokal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas manfaat ekonomi proyek bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, pengusaha daerah perlu mendapatkan akses informasi dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pengadaan proyek. Karena itu, Vale Indonesia mendorong proses prakualifikasi yang transparan sekaligus membantu meningkatkan kesiapan perusahaan lokal menghadapi persaingan.

“Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal memiliki akses terhadap informasi yang sama dan kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam rantai pasok IGP Pomalaa. Melalui proses yang transparan dan terukur, kami berharap semakin banyak perusahaan lokal yang mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan dan tumbuh bersama perkembangan proyek ini,” katanya.

Baca Juga :  Waspada! 6 Makanan Ini Picu Peradangan-Efeknya Lemak Numpuk di Perut

Rifai menjelaskan, keterlibatan vendor lokal tidak sebatas mendukung kebutuhan operasional proyek. Lebih dari itu, langkah tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem usaha daerah yang berkelanjutan dan memiliki daya saing.

Penguatan kapasitas pengusaha menjadi perhatian penting, terutama dalam memenuhi standar keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, serta tata kelola perusahaan.

“Pengembangan kapasitas vendor lokal merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin mendorong terciptanya pelaku usaha yang semakin profesional, kompetitif, serta mampu memenuhi aspek keselamatan, kualitas, dan tata kelola yang menjadi standar dalam operasional Vale Indonesia,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, Vale Indonesia memaparkan tahapan prakualifikasi mulai dari persyaratan administrasi, legalitas perusahaan, kapabilitas teknis hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Baca Juga :  Alami Kritis, 63 Siswa SMA - SD di Konawe Selatan Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya bersama pengurus asosiasi pengusaha. Kali ini, penyampaian informasi diperluas dengan menghadirkan langsung anggota dari sembilan asosiasi agar seluruh calon vendor memperoleh pemahaman yang sama.

Vale Indonesia menegaskan, prakualifikasi merupakan tahapan awal sebelum perusahaan dapat mengikuti proses tender sesuai kebutuhan proyek. Dengan demikian, lolos prakualifikasi bukan berarti otomatis mendapatkan kontrak pekerjaan.

Setiap pengadaan tetap melalui pertimbangan kebutuhan bisnis, ruang lingkup pekerjaan, kemampuan teknis, aspek keselamatan, penawaran komersial, serta prinsip tata kelola perusahaan. Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!