LAJUR.CO, KENDARI – Siswa SMP Negeri 8 Kendari tidak hanya belajar tentang sampah melalui teori, tetapi turut mempraktikkan cara memilah dan menimbang sampah berdasarkan jenisnya. Kegiatan edukasi yang digelar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO), Senin (26/10/2026), mengajak siswa memahami pengelolaan sampah sejak dari sumber.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim FHIL UHO memperkenalkan metode audit sampah partisipatif. Siswa dilibatkan langsung untuk mengenali jenis sampah, memisahkan sampah organik dan anorganik, kemudian menimbangnya sesuai kategori.
Program pengabdian tersebut diketuai Prof. Dr. Ir. Kahirun, M.Si., dengan melibatkan dosen dan mahasiswa FHIL UHO. Junartin Teke, S.Si., M.Eng., anggota tim pengabdian sekaligus pemateri, menyampaikan edukasi mengenai sumber dan jenis sampah, dampaknya terhadap lingkungan, serta penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sesi praktik, para siswa belajar mengidentifikasi karakteristik sampah sekaligus mencatat hasil penimbangan. Proses tersebut membantu mereka memahami bahwa data mengenai jenis dan jumlah sampah dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pengelolaan yang tepat.
“Melalui praktik audit sampah ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami jenis-jenis sampah, tetapi juga mulai membiasakan diri memilah sampah dari sumbernya,” pesan edukasi Junartin Teke.
Selain mengenalkan metode audit sampah, kegiatan ini mendorong siswa menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak bagi lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta membuang sampah sesuai jenisnya.
Kepala SMP Negeri 8 Kendari menyambut baik pelaksanaan edukasi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang memadukan penyampaian materi dan praktik langsung sejalan dengan komitmen sekolah dalam mendukung program pemerintah di bidang pengelolaan sampah.
“Kegiatan edukasi dan praktik audit sampah partisipatif ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam mendukung pengelolaan sampah serta membangun kepedulian lingkungan di kalangan siswa,” demikian pernyataan yang merangkum dukungan pihak sekolah.
Pembiasaan perilaku peduli lingkungan diharapkan tidak berhenti di sekolah. Siswa juga diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh di rumah dan lingkungan sekitar, terutama dalam mengurangi sampah serta membiasakan pemilahan sejak awal.
Melalui program pengabdian tersebut, FHIL UHO berupaya memperkuat literasi lingkungan di kalangan pelajar sekaligus membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Edukasi yang disertai praktik langsung diharapkan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk ikut menjaga kebersihan dan mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Adv




