SULTRABERITA.ID, KENDARI – Sejak wabah virus Corona merebak, tiga warga asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dikabarkan masih terisolasi di Negara China.
Bupati Kolaka Utara H Nur Rahman mengonfirmasi keberadaan tiga warganya di negara tirai bambu tersebut, Selasa 29 Januari 2020.
BACA JUGA :
- Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam & Antam Retro Hari Ini Anjlok Semua
- Bantaran Kali Wanggu Akan Dibangun Tanggul Penahan Banjir, Wali Kota Siska Jamin Ganti Rugi Lahan
- Bantuan Beras 2,1 Kg Mulai Disalurkan ke Ribuan Korban Banjir di Kendari
- Waspada! Viral Sunscreen Palsu dengan SPF Rendah, Tingkatkan Risiko Kanker
- Bank Sultra Salurkan 300 Paket Sembako Untuk Korban Banjir di Kendari
Mereka, ujar Nur Rahman berstatus sebagai mahasiswa kedokteran yang tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di China. Tak disebutkan persis nama kota tempat mahasiswa tersebut bermukim.
“Ada tiga orang. Tapi kurang tahu juga kotanya. Yang jelas di China. Masih sekolah. Sekolah kedokteran disana,” jelasnya
Namun, kata Nur Rahman, dirinya bersyukur. Berdasarkan informasi terakhir dari keluarga mahasiswa tersebut, ketiganya masih dalam kondisi sehat kendati hingga kini belum bisa keluar dari negara asal virus mematikan coronavirus muncul.
“Sudah ada kabar dari keluarganya. Lewat telpon. Alhamdulillah sehat. Masih di China belum bisa keluar. Berharap semoga mereka baik baik di sana. Bisa pulang,” ungkap Nur Rahman.
Sebelumnya, Bupati Konawe Utara, Ruksamin juga mengonfirmasi keberadaan 10 mahasiswa asal Konawe Utara yang ikut terisolasi di Kota Wuhan China. Saat ini, politisi PBB itu tengah berupaya memulangkan seluruh mahasiswa itu dari Negara China. Adm





