SULTRABERITA.ID, KENDARI – Sejak wabah virus Corona merebak, tiga warga asal Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dikabarkan masih terisolasi di Negara China.
Bupati Kolaka Utara H Nur Rahman mengonfirmasi keberadaan tiga warganya di negara tirai bambu tersebut, Selasa 29 Januari 2020.
BACA JUGA :
- Keluh Penjual Bendera HUT RI: Omset Terjun Bebas, Dari Jutaan Perhari Kini Tak Sampai Rp100 Ribu
- Aqila dan Elvira, Wajah Pembawa Baki Bendera HUT RI di Kota Kendari
- Siap-siap! BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau di Sultra Berlangsung September Mendatang
- UGM, Indosat, NVIDIA, dan Kemkomdigi Resmikan Pusat Riset AI Pertama di Indonesia
- Shadow Economy Sultra Diperkirakan 40 Persen, OJK Soroti Potensi Bias Pertumbuhan Ekonomi
Mereka, ujar Nur Rahman berstatus sebagai mahasiswa kedokteran yang tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di China. Tak disebutkan persis nama kota tempat mahasiswa tersebut bermukim.
“Ada tiga orang. Tapi kurang tahu juga kotanya. Yang jelas di China. Masih sekolah. Sekolah kedokteran disana,” jelasnya
Namun, kata Nur Rahman, dirinya bersyukur. Berdasarkan informasi terakhir dari keluarga mahasiswa tersebut, ketiganya masih dalam kondisi sehat kendati hingga kini belum bisa keluar dari negara asal virus mematikan coronavirus muncul.
“Sudah ada kabar dari keluarganya. Lewat telpon. Alhamdulillah sehat. Masih di China belum bisa keluar. Berharap semoga mereka baik baik di sana. Bisa pulang,” ungkap Nur Rahman.
Sebelumnya, Bupati Konawe Utara, Ruksamin juga mengonfirmasi keberadaan 10 mahasiswa asal Konawe Utara yang ikut terisolasi di Kota Wuhan China. Saat ini, politisi PBB itu tengah berupaya memulangkan seluruh mahasiswa itu dari Negara China. Adm



