LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 10 anak buah kapal (ABK) nelayan di Kota Kendari mengaku pernah mengonsumsi narkoba. Ironisnya, sebagian dari mereka berdalih menggunakan sabu agar tubuh lebih kuat dan tahan bekerja saat melaut.
Pengakuan tersebut terungkap saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari melakukan pemeriksaan urine terhadap 30 ABK di Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Rabu (4/11/2026). Dari hasil pemeriksaan, enam orang dinyatakan positif narkoba.
Kepala BNN Kota Kendari, Isamuddin, mengatakan 10 ABK tersebut mengaku pernah menggunakan narkoba berdasarkan hasil interogasi petugas. Namun, hanya enam orang yang terdeteksi positif melalui tes urine.
Sementara itu, beberapa ABK lainnya yang mengaku pernah mengonsumsi narkoba memperoleh hasil negatif karena telah berhenti menggunakan barang terlarang tersebut sekitar satu minggu sebelum pemeriksaan.
“Dari 30 orang yang kita periksa, 10 orang adalah pengguna narkoba. Namun hasil pemeriksaan memang hanya enam orang yang positif. Berdasarkan hasil interogasi, mereka mengaku sebagai pengguna narkoba,” ujarnya kepada awak media.
BNN Kota Kendari selanjutnya mengarahkan 10 ABK tersebut untuk menjalani rehabilitasi. Isamuddin menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya pemulihan, bukan untuk membawa mereka ke proses hukum.
“Sudah kita sampaikan kepada mereka bahwa ini bukan untuk diproses hukum. Kita ingin melakukan pendampingan agar mereka bisa pulih melalui rehabilitasi,” tuturnya.
Isamuddin mengungkapkan, alasan bekerja menjadi salah satu dalih yang kerap disampaikan para ABK saat ditanya mengenai penggunaan sabu. Mereka menganggap narkoba dapat membantu menjaga stamina dan membuat tubuh lebih kuat menghadapi pekerjaan berat di laut.
Bahkan, pola serupa ditemukan saat BNN Kendari menggelar razia di kawasan pelelangan ikan pada bulan sebelumnya. Saat itu, sembilan ABK kapal turut terjaring dengan hasil positif narkoba.
“Rata-rata, termasuk juga yang pernah terjaring razia bulan lalu, sembilan orang ABK kapal. Tadi juga kami interogasi mereka, rata-rata alasannya digunakan untuk bekerja, supaya kuat bekerja,” jelasnya.
Menurut Isamuddin, anggapan sabu mampu meningkatkan kekuatan tubuh dalam bekerja merupakan pemahaman yang keliru. Efek yang dirasakan pengguna hanya bersifat sementara, sedangkan penggunaan secara berulang dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Dampaknya tidak hanya menyasar kondisi fisik, tetapi turut memengaruhi produktivitas kerja, kondisi ekonomi, hubungan keluarga, hingga kehidupan sosial pengguna.
Ia menyayangkan apabila penghasilan para ABK yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga justru habis untuk membeli narkoba.
“Kasihan mereka sebagai ABK kapal yang mencari ikan di laut dengan berbagai risiko. Sementara hasil kerja mereka justru bisa habis untuk narkoba. Yang paling terdampak bukan hanya dirinya sendiri, tetapi juga keluarganya,” kata Isamuddin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan pemeriksaan urine kali ini merupakan tindak lanjut dari temuan razia BNN Kendari di kawasan pelelangan ikan pada bulan sebelumnya. Saat itu, petugas mendapati sembilan ABK positif narkoba.
Temuan tersebut semakin menjadi perhatian setelah BNN menerima keluhan mengenai kehilangan barang di kawasan pelabuhan. Keluhan disampaikan sejumlah ABK maupun pemilik kapal yang beraktivitas di lokasi tersebut.
BNN kemudian berkoordinasi dengan Polresta Kendari dan pihak Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari untuk menggelar pemeriksaan urine sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Maka kami melakukan koordinasi dengan Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera. Pada saat kami berkunjung ke sana, mereka juga mengeluhkan banyak kehilangan barang-barang di situ. Kemudian sudah ada keluhan-keluhan juga dari pemilik kapal,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, BNN Kendari berharap pengawasan dan edukasi di lingkungan pelabuhan semakin diperkuat agar para ABK tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Isamuddin turut mengajak masyarakat yang telah menggunakan narkoba agar tidak takut mencari bantuan melalui layanan rehabilitasi BNN Kota Kendari.
“Kita berharap upaya menyadarkan masyarakat ini menjadi gerakan bersama semua pihak. Mari kita bangun ketahanan diri dan melindungi keluarga dari bahaya penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. Sis





