LAJUR.CO, KENDARI – Setelah lebih dari empat bulan dilanda kemarau tanpa hujan, guyuran air dari langit akhirnya kembali menyapa sejumlah wilayah Kota Kendari, Selasa (3/11/2026). Hujan yang turun meski hanya sebentar langsung disambut suka cita oleh warga. Teriakan horeee hingga ungkapan syukur mewarnai momen yang telah lama dinantikan tersebut.
Kekeringan yang melanda Kendari dalam beberapa bulan terakhir membuat turunnya hujan terasa begitu istimewa. Tak heran, ketika rintik hingga guyuran hujan mulai membasahi jalanan dan permukiman, sejumlah warga spontan menunjukkan kegembiraan mereka.
Salah satu momen tersebut terekam dalam video yang diunggah Jeky Saputra Langgi melalui akun Facebook miliknya. Dalam rekaman itu, Jeky terlihat melompat-lompat sambil tertawa di bawah guyuran hujan yang turun di kawasan Mandonga.
“Horeee, horeee,” teriaknya penuh semangat saat menikmati hujan yang akhirnya membasahi wilayah tersebut.
Jeky kembali membagikan video lainnya ketika hujan mulai turun di Mandonga. Ia mengungkapkan rasa bahagianya setelah sekian lama Kendari dilanda musim kemarau.
“Sekian lama musim kemarau akhirnya turun hujan di Kendari, jam 10:00 Wita tanggal 3-11-2026,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Pada video itu, Jeky tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas turunnya hujan.
“Alhamdulillah akhirnya turun hujan, Alhamdulillah akhirnya turun hujan di Mandonga. Alhamdulillah, Alhamdulillah akhirnya hujan turun,” ucapnya.
Suasana penuh kegembiraan serupa turut terlihat di Kecamatan Puuwatu, tepatnya di Kelurahan Abeli Dalam. Sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang warga bersyukur saat hujan turun cukup deras di kawasan tersebut.
Warga itu bahkan memilih menepi sejenak di sebuah warung. Ia khawatir beras yang dibawanya menggunakan mobil bak terbuka basah apabila tetap melanjutkan perjalanan di tengah guyuran hujan.
“Alhamdulillah hujan sudah mulai turun Kendari, ini sudah mulai turun deras sekali hujannya. Makanya saya tinggal dulu di warung. Beras yang saya bawa menggunakan mobil itu nanti basah kalau jalan terus. Kendari hujan keras,” ujarnya dalam video.
Selain Mandonga dan Puuwatu, hujan turut terpantau mengguyur sejumlah kawasan lain di Kota Kendari, di antaranya Kadia, Kendari Barat, dan Wua-Wua.
Meski membawa angin segar bagi masyarakat, turunnya hujan kali ini belum menjadi pertanda bahwa musim hujan telah dimulai di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga dasarian III Oktober 2026, seluruh 19 Zona Musim (ZOM) di Sultra masih tercatat berada pada periode musim kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra, Kusairi, menjelaskan hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah masih tergolong ringan dan belum menunjukkan peralihan menuju musim hujan.
“Hujan yang terjadi masih dalam kategori ringan. Jadi, di Sultra belum masuk musim hujan,” ungkap Kusairi kepada awak Lajur.co, Senin (2/11/2026).
BMKG turut memprakirakan pada periode 1–10 November 2026 belum terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kendati demikian, hujan ringan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah dengan kondisi cuaca yang dapat berbeda-beda.
Bagi warga Kendari, hujan singkat pada Selasa pagi itu setidaknya menjadi pelepas dahaga setelah berbulan-bulan menanti turunnya air dari langit. Meski belum menjadi awal musim hujan, guyuran yang berlangsung sesaat tersebut sukses menghadirkan kebahagiaan di tengah kemarau panjang. Sis





