LAJUR.CO, KOLAKA – Suasana hangat mewarnai pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra di Lapangan Alun-Alun 19 November, Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026). Politisi senior Golkar Ridwan Bae dan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka (ASR) beberapa kali terlihat saling merangkul hingga berpelukan di tengah rangkaian acara.
Keduanya tampak begitu akrab. Sesekali ASR dan Ridwan Bae bercengkerama, saling melempar senyum. Politisi Golkar dan Gerindra itu terlihat menikmati suasana pelantikan di atas panggung.
ASR yang mengenakan batik bernuansa kuning tampak beberapa kali berbincang dengan Ridwan Bae yang mengenakan kemeja kuning. Keakraban dua tokoh politik Sultra tersebut menjadi pemandangan menarik di tengah prosesi pengukuhan pengurus Golkar.
Momen langka saling rangkul itu kembali terlihat menjelang penutupan seremoni pelantikan. Saat Menteri Perdagangan RI hendak meninggalkan lokasi acara menuju Kantor Partai Golkar Kolaka, ASR dan Ridwan Bae kembali berpelukan di tribun tamu undangan.
Aksi saling peluk kedua tokoh tersebut disambut riuh tepuk tangan simpatisan dan kader Golkar yang memadati Lapangan Alun-Alun 19 November. Suasana seketika terasa meriah ketika para hadirin menyaksikan keakraban Gubernur Sultra dan politisi senior Golkar itu.
Pemandangan hangat tersebut turut disaksikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Ketua DPD Golkar Sultra La Ode Darwin, Bupati Kolaka Amri, serta ratusan simpatisan Golkar dan para ketua DPD II kabupaten/kota se-Sultra yang baru dikukuhkan.
Keakraban keduanya menjadi perhatian tersendiri mengingat Ridwan Bae dan ASR belakangan sempat berada dalam dinamika perbedaan pandangan politik.
Ridwan Bae, yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi V DPR RI, sebelumnya melontarkan kritik terhadap kinerja pemerintahan ASR. Sementara ASR merupakan Gubernur Sultra sekaligus politisi Partai Gerindra.
Dinamika tersebut sempat berkembang menjadi polemik setelah Kepala Dinas Pariwisata Sultra Ridwan Badallah melontarkan pernyataan bernada keras terhadap Ridwan Bae. Persoalan itu bahkan berujung pada aksi sejumlah simpatisan Ridwan Bae mendatangi Kantor Dinas Pariwisata Sultra di Kendari.
Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji turut menyinggung suasana kebersamaan yang ia saksikan selama pelantikan yang berlangsung di Kolaka. Menurutnya, hubungan antarkekuatan politik di Sultra memperlihatkan suasana persaudaraan meskipun masing-masing partai tetap berkompetisi.
“Saya tadi menyaksikan betapa suasana keakraban persaudaraan tercipta di Sulawesi Tenggara. Semua partai politik kelihatan ada kebersamaan,” ujar Sarmuji.
Ia mengatakan, kompetisi politik untuk memperebutkan kursi kekuasaan tidak seharusnya menghalangi partai politik untuk bekerja sama ketika menghadapi kepentingan bersama.
Sarmuji juga mencontohkan langkah Presiden yang merangkul seluruh partai politik dalam koalisi besar persatuan nasional. Menurutnya, stabilitas politik diperlukan agar pembangunan nasional hingga daerah dapat berjalan lebih mudah.
“Jangan sia-siakan energi kita hanya untuk berbenturan satu dengan yang lainnya. Di internal Golkar, arahan Ketua Umum, mari kita jaga soliditas, kebersamaan. Karena hanya bermodalkan soliditaslah satu kejayaan bisa kita capai dan kita raih bersama-sama,” katanya.
Sarmuji berharap suasana kebersamaan yang terbangun di Sultra dapat terus dipertahankan hingga 2029. Ia menilai soliditas menjadi modal penting bagi Partai Golkar dalam menghadapi dinamika politik mendatang.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sultra La Ode Darwin menegaskan tidak ada persoalan antara ASR dan Ridwan Bae. Menurutnya, hubungan kedua tokoh tersebut selama ini berjalan baik.
“Kalau saya, itu tidak ada masalah apa pun. Sama-sama tokoh, hubungannya baik-baik saja, saling akrab dan berbaikan. Itu spontan dan tidak ada gesture khusus. Saya rasa Pak Gubernur orang baik dan Pak Ridwan adalah tokoh,” ujar Darwin.
Di tengah dinamika perbedaan pandangan tersebut, momen saling berpelukan ASR dan Ridwan Bae menghadirkan pemandangan berbeda. Keduanya terlihat tetap berinteraksi akrab di ruang publik meskipun sebelumnya sempat muncul perbedaan pandangan politik.
Pelantikan akbar keluarga besar Partai Golkar se-Sultra di Kabupaten Kolaka pun menjadi panggung yang memperlihatkan suasana kebersamaan antartokoh lintas partai politik. Perbedaan pandangan tidak serta-merta menghalangi komunikasi dan hubungan baik dalam mendukung pembangunan daerah.
Senada dengan pesan kebersamaan tersebut, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan pemerintah provinsi selalu terbuka terhadap kritik yang membangun. Ia mengajak seluruh kekuatan politik untuk mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai demi keberhasilan pembangunan daerah.
“Berkaitan dengan itu, pemerintah provinsi selalu terbuka terhadap kritik. Saya ulangi, pemerintah provinsi selalu terbuka terhadap kritik yang membangun dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan saling menghargai demi keberhasilan pembangunan daerah,” ujar ASR.
Ia mengatakan, perbedaan organisasi maupun partai politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama. Sebaliknya, perbedaan strategi dalam memperjuangkan gagasan dan kepentingan perlu dikelola secara bijak agar menjadi kekuatan untuk menghadirkan gagasan dan karya terbaik bagi masyarakat.
“Meskipun berbeda partai, kita harus senantiasa berjalan bersama, seiring dan seirama menuju satu tujuan yang sama, yakni kepentingan masyarakat serta masa depan daerah,” tegasnya.
ASR mengajak keluarga besar Partai Golkar memperkuat sinergi dan kolaborasi produktif agar kebijakan serta program pembangunan yang telah direncanakan pemerintah dapat berjalan optimal. Adm





