LAJUR.CO, KENDARI – Pantai Nambo menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah Kota Kendari dengan capaian yang melampaui ekspektasi. Hingga awal November 2026, pendapatan asli daerah (PAD) dari objek wisata andalan tersebut telah menembus Rp1,297 miliar.
Angka itu lebih dari dua kali lipat target awal 2026 yang dipatok sebesar Rp600 juta. Lonjakan penerimaan tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berani menaikkan target PAD Pantai Nambo menjadi Rp1,3 miliar melalui APBD perubahan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawaty, mengatakan capaian pendapatan tersebut merupakan akumulasi penerimaan sejak Januari hingga November 2026.
“Per hari ini, angka Rp1,297 miliar sekitar itu. Itu dari Januari sampai November ini, per hari ini. Jumlah pengunjung sudah sekitar 97 ribu,” kata Hermawaty kepada awak media, Jumat (6/11/2026).
Seiring meningkatnya pendapatan, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Nambo yang berada di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, turut menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun ini, total pengunjung tercatat mencapai sekitar 97 ribu orang.
Hermawaty optimistis target baru sebesar Rp1,3 miliar dapat tercapai sebelum tutup tahun. Bahkan, ia memperkirakan realisasi pendapatan masih berpeluang melampaui angka tersebut.
“Kami ditantang di APBD perubahan ini, kami ditantang naikkan jadi Rp1,3 miliar. Insyaallah kita bisa capai, bahkan kita akan melewati,” ujarnya.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, puncak kunjungan wisatawan tahun ini terjadi pada Juni, bertepatan dengan periode libur sekolah.
Untuk menjaga momentum tersebut, Pemkot Kendari terus mendorong berbagai kegiatan promosi dan hiburan di kawasan wisata Pantai Nambo. Salah satunya melalui Festival Pantai Nambo yang digelar pada 7–8 November 2026.
Festival selama dua hari itu menghadirkan beragam perlombaan, mulai dari musolori, fashion show kreasi, lulu kreasi, tari kreasi, video promosi pariwisata hingga pertunjukan musik band akustik.
Hermawaty menjelaskan, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang promosi destinasi wisata. Kegiatan itu sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha.
“Ini kita sengaja buka memang karena ini bagian daripada program ekonomi kreatif. Masuk dalam subsektor ekonomi kreatif,” jelasnya.
Rangkaian Festival Pantai Nambo juga akan diramaikan UT Nambo Run pada hari kedua, hasil kolaborasi Pemkot Kendari bersama Universitas Terbuka (UT) Kendari.
Ajang lari tersebut menyediakan dua kategori, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer. Peserta dijadwalkan mulai berlari pukul 05.45 Wita dengan titik start di Jembatan Bungkutoko dan garis finis di Pantai Nambo.
Menurut Hermawaty, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengembangan sport tourism atau wisata olahraga di Kota Kendari. Pemkot ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi komunitas pelari dengan menawarkan rute kawasan pesisir, bukan hanya jalur perkotaan.
“Karena kita ingin pelari yang biasanya selama ini berlarinya di tengah kota, kita membawa suasana yang berbeda. Mereka berlari di kawasan pesisir untuk melihat kehidupan masyarakat dari sisi yang lain. Jadi berlari sambil menikmati suasana pantai, kemudian finisnya di Pantai Nambo,” tuturnya.
Hermawaty menegaskan, peningkatan kunjungan wisatawan harus berjalan beriringan dengan pemeliharaan kawasan wisata. Aspek keamanan, kenyamanan, dan ketertiban menjadi perhatian agar Pantai Nambo tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi mampu memberikan pengalaman positif bagi wisatawan.
Pemkot Kendari berharap Pantai Nambo dapat menjadi destinasi yang membuat pengunjung ingin kembali, bukan sekadar tempat persinggahan untuk sekali berwisata.
“Harapan kita bukan pengunjung sekali datang, tapi pengunjung yang ingin kembali datang. Karena dia punya cerita mungkin di situ, dia punya pengalaman yang menyenangkan selama menikmati suasana di Pantai Nambo,” pungkas Hermawaty. Sis





