SULTRABERITA.ID, KONAWE – Ajal tak ada yang tahu. Seorang ibu muda warga Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar kos.
Penemuan sosok mayat itu terjadi Sabtu (8/2/2020) sekitar pukul 07.00 Wita. Belakangan diketahui wanita Naat itu bernama Supriyanti (28).
BACA JUGA :
- Sudah Punya 80 Siswa Rintisan, Bupati Buteng Kode Ridwan Bae Perjuangkan Gedung Sekolah Nasional Terintegrasi
- La Ode Tariala Dipecat dari Partai NasDem, DPRD Sultra Diminta Segera Proses PAW
- Kabut Asap dari Papua & Maluku Bayangi Sultra hingga 29 Oktober, 258 Titik Panas Terdeteksi
- Pemkab Muna Cicil Gaji PPPK Paruh Waktu: 2026 Diangsur 4 Bulan, 2027 Cair 8 Bulan!
- Kelola 97 Titik Parkir di Kendari, Dishub Hanya Bisa Setor PAD Rp800 Juta Setahun
Berdasarkan keterangan, Supriyati adalah warga Kelurahan Punggolaka Kecamatan Puwatu Kota Kendari.
Miris, saat ditemukan mayat dalam kondisi terbujur kaku dibalut selimut. Celana panjang dan celana dalam korban tampak sudah melorot hingga ke bawah kaki korban.
Terdapat sejumlah luka memar di sisi kiri leher korban. Anehnya, perhiasan almarhum masih terlihat utuh.
Mewakili Kapolres Konawe, Kapolsek Bondoala, Ipda Satria Madangkara mengatakan geger penemuan mayat bermula dari laporan Kepala Desa Puruuy bernama Mahasi, sekitar pukul 08.30 Wita.
Ia menyampaikan jika salah seorang warganya menemukan sosok mayat dalam kamar kos di Desa Puruuy.
“Mayatnya pertama ditemukan oleh saksi Murtia (54). Dia pemilik kos tempat korban tinggal. Tetangga mencoba memanggil korban tapi tidak ada sahutan,” ulas IPDA Satria.
Mengetahui hal itu, polisi langsung bergerak ke lokasi kejadian.
“Saat ditemukan, korban dalam keadaan tertutup selimut. Posisi celana panjang dan celana dalam korban sudah terbuka dan berada di bawah kaki korban. Mulut korban berdarah dan ada luka memar di leher,” ujar Kapolsek, Sabtu (8/2/2020).
Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab korban meninggal dunia. Polisi masih menyelidiki penemuan mayat di dalam kamar kos yang menggegerkan warga Morosi. Adm





