LAJUR.CO, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) mewisuda 1.484 mahasiswa pada Wisuda Program Doktor ke-III, Magister ke-XXXIII, Profesi Dokter ke-XLVII, Profesi Ners ke-IV, dan Sarjana ke-CXV Periode IX dan X Tahun 2026, Sabtu (17/10/2026).
Dari ribuan lulusan tersebut, dua nama mencuri perhatian berkat capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,97. Keduanya berasal dari program sarjana, tetapi menuntaskan pendidikan dengan durasi berbeda, yakni Dwi Riska Amalia dari Fakultas Pertanian dan Nur Inayah Irsyad dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Total peserta wisuda terbagi menjadi 748 orang pada Periode IX dan 736 orang pada Periode X. Para lulusan berasal dari berbagai fakultas serta jenjang pendidikan, mulai dari doktor, magister, sarjana, diploma tiga, hingga program profesi.
Pada Wisuda Periode IX, Program Pascasarjana meluluskan 64 orang, Fakultas Kedokteran enam orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 50 orang, Fakultas Pertanian 56 orang, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 102 orang.
Fakultas Teknik mencatat 85 wisudawan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) 63 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 20 orang, Fakultas Farmasi 38 orang, FKIP 214 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dua orang, serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB) 48 orang.
Sementara itu, Periode X diikuti 18 lulusan Program Pascasarjana, 11 orang dari Fakultas Kedokteran, 52 orang dari FEB, 99 orang dari Fakultas Pertanian, 46 orang dari FMIPA, 68 orang dari Fakultas Teknik, dan 15 orang dari FPIK.
Fakultas Kesehatan Masyarakat meluluskan 21 orang, Fakultas Farmasi 196 orang, FKIP 74 orang, FISIP 59 orang, Fakultas Hukum 28 orang, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) lima orang, serta FIB 44 orang.
Berdasarkan jenjang pendidikan, Periode IX terdiri atas 14 doktor, 72 magister, 636 sarjana, 20 lulusan diploma tiga, dan enam lulusan profesi. Adapun Periode X mencakup 13 doktor, 21 magister, 494 sarjana, 16 lulusan diploma tiga, serta 192 lulusan profesi.
Dari keseluruhan peserta, sebanyak 34 lulusan ditetapkan sebagai lulusan terbaik pada dua periode wisuda. Penetapan tersebut mencakup sejumlah program studi dan jenjang pendidikan di lingkungan UHO.
Dwi Riska Amalia menjadi lulusan terbaik universitas pada Periode IX dari Program Studi Penyuluhan Pertanian, Fakultas Pertanian. Ia membukukan IPK 3,97 dengan masa studi tiga tahun 11 bulan.
Adapun pada Periode X, predikat lulusan terbaik universitas diraih Nur Inayah Irsyad dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), FKIP. Ia meraih IPK 3,97 dengan waktu penyelesaian studi tiga tahun satu bulan.
Selain kedua nama tersebut, Periode IX mencatat Yamin Yaddi sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Pertanian, Konsentrasi Ilmu Tanaman, dengan IPK 4,00 dan masa studi dua tahun enam bulan. Endang Pratiwi Rausy dari Program Magister Manajemen Rekayasa meraih IPK 4,00 setelah menempuh studi satu tahun enam bulan.
Pada jenjang sarjana, Muh. Falah Mubaraq dari Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, memperoleh IPK 4,00 dengan masa studi empat tahun. Sementara itu, Riska Dewi Pratiwi dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia meraih IPK 4,00 pada jenjang magister dengan masa studi satu tahun enam bulan.
Nama lainnya yang masuk daftar lulusan terbaik Periode IX ialah Ni Putu Sri Widiyanti dari Pendidikan Geografi dengan IPK 3,94; Andi Meliana Azzahra dari Akuntansi dengan IPK 3,86; Wa Ode Umi Kalsum Nurhalimah dari Magister Akuntansi dengan IPK 3,93; serta Cindy Faradilla dari Teknik Geologi dengan IPK 3,73.
Daftar tersebut turut mencakup Fatimah dari Ilmu Kelautan dengan IPK 3,75; Siti Sofia Hartin dari Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,82; Delistiani dari Magister Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,95; Iftah Fachrezy Nurdin dari Profesi Dokter dengan IPK 3,53; Sesi Patriwati dari Antropologi Sosial dengan IPK 3,85; serta Safina Nur Aulia dari Farmasi dengan IPK 3,76.
Pada Periode X, Wa Ode Harlina dari Program Doktor Ilmu Pertanian, Konsentrasi Pengembangan, mencatat IPK 4,00 dengan masa studi dua tahun dua bulan. Di jenjang magister, Elfiana Seti dari Agronomi meraih IPK 4,00 setelah menyelesaikan pendidikan selama satu tahun 11 bulan.
Niluh Sridewi Rahayu dari Magister Ilmu Hukum turut meraih IPK 4,00 dengan masa studi satu tahun delapan bulan. Capaian IPK sempurna juga diraih Sri Rizki Nurlaila Aprianti dari Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, yang menuntaskan studi dalam satu tahun.
Lulusan terbaik Periode X lainnya meliputi Suprianto dari Magister Pendidikan IPA dengan IPK 3,65; Andi Irhamni dari Manajemen dengan IPK 3,81; Fitra dari Magister Akuntansi dengan IPK 3,88; Nur Khasanah dari Ilmu Administrasi Negara dengan IPK 3,98; serta Fitrah Az Sahrah dari Penyuluhan Pertanian dengan IPK 3,95.
Berikutnya, Ade Sulastri dari Teknik Informatika meraih IPK 3,90; Ferly Jusnandar dari Kimia memperoleh IPK 3,79; Irma Nicky Oktavia dari Ilmu Hukum mencatat IPK 3,82; Ariyanti La Ambo dari Ilmu Kelautan meraih IPK 3,68; Siti Rahmawati dari Kesehatan Masyarakat memperoleh IPK 3,93; Ramadani dari Keperawatan mencatat IPK 3,40; Muhammad Fadtheland Danar Latief dari Ilmu Lingkungan meraih IPK 3,44; Muh. Ghalib Erya Anugrah dari Sastra Prancis memperoleh IPK 3,86; serta Endang Lusyana dari Magister Farmasi mencatat IPK 3,93.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UHO, Prof. Khairul Munadi, mengingatkan para wisudawan prosesi wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya pendidikan formal, melainkan awal perjalanan baru yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan.
Ia menitipkan tiga pesan kepada para lulusan, yakni terus belajar, menjaga integritas dan karakter, serta menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Khairul, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk kemajuan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus memperbarui pengetahuan serta meningkatkan kemampuan beradaptasi.
“Ijazah menandai selesainya pendidikan formal, tetapi bukan berakhirnya proses belajar,” ungkapnya.
Khairul menegaskan, kecerdasan dan kompetensi perlu berjalan beriringan dengan integritas untuk membangun kepercayaan. Para lulusan diharapkan menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, rendah hati, serta dapat dipercaya di mana pun berkarya.
Ia mendorong alumni UHO agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Keberhasilan bukan semata-mata diukur dari jabatan, penghasilan, atau penghargaan yang kita peroleh, tetapi juga dari manfaat yang kita hadirkan bagi orang lain,” ujarnya.
Khairul menyampaikan, UHO akan terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta membenahi sarana dan prasarana pendidikan. Ia mengakui masih terdapat keterbatasan yang perlu diatasi melalui perbaikan berkelanjutan.
UHO, lanjutnya, berkomitmen berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.
“Jangan pernah kehilangan keberanian untuk mencoba, kerendahan hati untuk belajar, dan keteguhan untuk bangkit kembali. Bawalah ilmu dengan kerendahan hati, jalankan amanah dengan integritas, dan jadikan keberhasilan Saudara sebagai jalan untuk memberikan manfaat bagi sesama,” kata Khairul. Sis





